Palembang, Sumselupdate.com – Universitas PGRI Palembang di bawah kepemimpinan Rektor Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR tak henti melakukan berbagai inovasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikannya sesuai dengan Motto yang dipakai kampus biru ini ‘Melaju Dengan Mutu’.
Sejak dikeluarkannya kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka tahun 2020 lalu, perlahan Universitas PGRI Palembang mulai mengimplementasikan kebijakan tersebut.
Mulai dari menjalin kerjasama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World University, hingga membuka program studi baru.
Terbaru kampus yang dikenal dengan Cyber University ini menggelar Workshop Kurikulum Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang digelar selama dua hari tanggal 16–17 Juli 2021 di Aula Lt 5 Gedung Business and Science Center.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR dengan ditandai dengan pemukulan gong.
Rektor saat itu didampingi Wakil Rektor I Universitas PGRI Palembang Dr Yasir Arafat, SE, MM, CIQaR, Wakil Rektor III, Sukardi, MPd, dan jajaran pimpinan di lingkungan Universitas PGRI Palembang mulai dari dekan, wakil dekan, ketua jurusan, ketua program studi serta beberapa pejabat lainnya.
Workshop Kurikulum Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka menghadirkan nara sumber Dr Muhammad Rohmadi, SS, MHum dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
Dalam laporannya, Ketua Panitia Kegiatan Dr Yasir Arafat, SE, MM, CIQaR melaporkan program pembelajaran Kampus Merdeka dalam keberadaannya memerlukan rancangan pelaksanaan evaluasi yang dinamis sesuai dengan perkembangan zaman.
“Oleh karena itu workshop ini bertujuan untuk menambah pemahaman para stake holder di lingkungan Universitas PGRI Palembang khususnya para ketua program studi yang akan merekonstruksi kurikulum kita di program studi masing-masing sehingga kurikulum tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menerapkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” ujar Yasir.
Yasir Arafat mengatakan, workshop ini diikuti oleh 148 peserta yang dilakukan secara daring dan luring.
Peserta yang mengikuti workshop secara luring dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diwajibkan menggunakan masker, sebelum memasuki ruangan juga diwajibkan untuk mencuci tangan dan menjaga jarak.
Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR dalam sambutannya mengatakan tujuan digelarnya workshop ini dalam rangka pendamping dalam penyelesaian kurikulum.
“Kita gandeng Dr Muhammad Rohmadi, SS, MHum agar mendapat pengetahuan yang lebih terkait penyusunan kurikulum program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” ujarnya.
Lebih jauh Rektor yang genap berusia 63 tahun ini mengungkapkan, sejak tahun 2017 akhir, ia memiliki visi dan misi yang mampu menciptakan manusia Indonesia yang multitalenta.
Dikatakan Rektor, sebuah perguruan tinggi untuk menciptakan manusia multitalenta harus memiliki pedoman yang namanya kurikulum.
“Artinya kalau kita mau melihat bagaimana bentuk manusia yang akan dihasilkan generasi muda ke depan oleh sebuah lembaga pendidikan tinggi maka lihat dulu kurikulumnya. Kurikulum itu dibuat harus sinergis antara kebutuhan masyarakat, kebutuhan mahasiswa, kebutuhan lembaga, kebutuhan negara. Untuk itu Universitas PGRI Palembang akan menerapkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka mulai 11 September 2021 mendatang,” ujarnya.
Ditambahkan Rektor, Universitas PGRI Palembang akan menggunakan fasilitas Massive Open Online Course (MOOC), yakni sistem pembelajaran online berskala besar dan terbuka yang memungkinkan mahasiswa Universitas PGRI Palembang mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi lain secara daring.
Sebaliknya mahasiswa dari perguruan tinggi lain juga dapat mengikuti pembelajaran di Universitas PGRI Palembang secara daring. (rel)











