Harga Naik, Tapi Kok Hasil Getah Pohon Karet Menurun

Selasa, 8 September 2020
Pasar karet di salah satu desa di Kabupaten PALI.

PALI, Sumselupdate.com-Harga jual karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai naik dan hampir menembus angka Rp8.000 per kilogram untuk pasar mingguan. Meski begitu, petani karet tetap harus mengencangkan ikat pinggang. Kok bisa?

Penyebabnya, lantaran hasil getah dari pohon karet yang berkurang akibat musim kemarau. Bahkan, pohan karet mengalami gugur daun.

Read More

“Pasaran getah hari ini memang naik lagi, dari minggu lalu yang hanya Rp 6.500/kg saat ini mencapai Rp 6.900kg. Tapi sekarang pohon karet sedang gugur daun mengakibatkan getah yang keluar sangat sedikit,” ujar Kaslani, salah satu petani asal Desa Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Selasa (8/9/2020).

Keluhan sama diutarakan Gunawan, petani karet. Dia mengatakan, meski harga naik, tapi produksi getah menurun lebih 50 persen.

“Saat normal, getah kami mencapai 100 kg/hektar, tapi saat ini hanya 48 kg/hektar. Jadi percuma harga naik karena pendapatan kami masih tetap belum mampu menutupi kebutuhan hidup,” keluhnya.

Edi Eka Puryadi, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI menyarankan petani karet di Kabupaten PALI untuk memanfaatkan pekarangan rumah atau menanam palawija secara tumpang sari.

“Supaya tidak terpaku dengan hasil karet, coba manfaatkan pekarangan atau menanam tanaman jenis sayur-sayuran. Minimal kita tidak membeli sayuran untuk menopang perekonomian keluarga,” sarannya. (adj)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts