Laporan: Henny Primasari
Indralaya, Sumselupdate.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) sudah mencanangkan rogram transfomasi pertanian di kalangan petani. Sayangnya banyak petani yang tidak paham dengan program transformasi pertanian?
“Mboh ra ngerti aku, apa itu transformasi pertanian?. Tidak pernah mendengar atau melihat. Yang jelas kalau kami petani itu hanya minta kepada pemerintah agar bisa memberikan pupuk, obat-obatan, bibit dan bantuan alat pertanian. Kami warga Desa Pulau Kabal sepertinya tidak ada bantuan itu,” kata petani karet dan sawit Suwito, di sela-sela pelantikan Relawan Tani Ogan Ilir Bangkit oleh bakal calon (Balon) Bupati OI AW Noviadi MY dan Balon Wakil Bupati (Wabup) OI Ardani di Indralaya, Sabtu (29/8/2020).
Menurut Suwito, mereka hanya berkeinginan agar sektor pertanian di OI maju.
“Kami sebagai petani hanya ingin ada bantuan bibit, pupuk, alat pertanian, dan bagaimana caranya meningkatkan hasil pertanian ditengah krisis ini. Mungkin saja pemerintah bantu, tapi tidak sampai ke kami atau barangkali salah sasaran, saya tidak tahu itu,” tegasnya
Petani sayur Sumai, warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, juga mengaku tidak tahu soal transformasi pertanian.
“Tidak tahu, tidak pernah mendengar, apa itu transformasi pertanian, apakah sekadar pepesan kosong? Yang kami inginkan sebagai petani hanya bibit, pupuk, obat-obatan gratis dan bantuan alat pertanian, sehingga hasil pertanian kami meningkat dan menambah nilai ekonomis,” jelasnya.
Sesepuh Ogan Ilir Mawardi Yahya menambahkan, 65persen masyarakat di OI adalah petani, jadi wajar jika semua petani ingin mendapatkan perhatian.
“Dalam memrogramkan sektor pertanian, kita tidak cukup dengan angan- angan, isapan jempol, cita cita janji-janji. Masyarakat ini sudah cerdas, tidak bisa dibodoh-bodohi, jangan berikan rakyat sekadar janji, namun rakyat ingin bukti kerja nyata,” tegas Mawardi yang juga menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel.
Mawardi juga mempertanyakan program transformasi pertanian, mengapa melaksanakan program tersebut harus tahun depan, menunggu terpilih kembali menjadi bupati.
“Sekarang saja sudah jadi bupati, mengapa harus menunggu tahun depan? Menunggu terpilih lagi baru akan dilaksanakan, sekarang laksanakanlah, jangan banyak janji,” cetusnya.
Menurut Mawardi, kalau ingin pertanjan maju, maka rakyat harus memilih pemimpin yang memiliki komitmen. Karena rakyat tidak butuh janji yang seremonial.
Sementara Balon Wakil Bupati OI Ardani mengatakan, transformasi pertanian itu artinya sektor pertanian yang dilakukan perubahan dari segala segi.
“Namun yang menjadi pertanian, mengapa tidak dilakukan dari dulu? Jangan sekadar slogan saja. Barangkali sektor pertanian ini maju menunggu Pak AW Noviadi MY nanti menjadi bupatinya,” ujarnya.
Sementara Kadis Pertanian Hasnandar mengatakan, transformasi pertanian adalah benar program Pemkab OI yang akan dilaksanakan pada 2021.
“Ini benar memang program Pemkab OI, bukan sekadar jargon atau bohong. Memang akan dilaksanakan 2021 karena Bappeda menganggarkannya tahun itu senilai Rp221miliar. Intinya transformasi pertanian adalah untuk kemajuan pertanian OI,” tegasnya saat dikonfirmasi. (**)











