Manila, Sumselupdate.com – Militer Filipina merilis nama dua perempuan yang melakukan dua serangan bom bunuh diri di kota Jolo, Sulu, yang menewaskan setidaknya 15 orang, sementara 70 lainnya luka-luka.
Kepala Staf Angkatan Darat Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, dalam keterangan tertulis kepada para wartawan hari Rabu (26/08), mengatakan bahwa dua perempuan pelaku serangan bom bunuh diri di Jolo dikenal dengan nama “Nanah” dan “Inda Nay”.
Dijelaskan bahwa Nanah tinggal di Basilan, sedangkan Inda Nay, tinggal di Sulu yang kemudian pindah ke Tawi-Tawi.
Sobejana mengatakan Nanah adalah istri Norman Lasuca, yang disebut sebagai warga pertama Filipina yang melakukan serangan bom bunuh diri.
Lasuca bersama seorang pelaku lain, meledakkan diri dengan sasaran tentara pemerintah di Sulu pada 28 Juni 2019.
Setidaknya tujuh tentara tewas dan 12 orang lainnya luka-luka dalam insiden ini.
Inda Nay, menurut Sobejana, adalah janda milisi kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam (ISIS), yang dikenal dengan nama Abu Talha. Nama lain Abu Talha adalah Talha Jumsah.
Abu Talha tewas dalam pertempuran dengan tentara pemerintah pada November 2019.
Pihak berwenang di Filipina masih melakukan penelusuran untuk mengetahui apakah Nanah berasal dari Indonesia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan “belum ada konfirmasi resmi” terkait perempuan Indonesia yang disebutkan sebagai pelaku ini.
Pada hari Selasa (25/08), Sobejana seperti dikutip media, mengatakan ada kemungkinan salah seorang pelaku serangan bom bunuh diri di Jolo adalah perempuan Indonesia. (adm3/dtc)











