Laporan Edwar Heryadi
Palembang, Sumselupdate.com – Pelaksanaan rapid test yang diikuti calon pelajar (capel) dan siswa kelas 3 Pondok Modern Darussalam Gontor asal Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Poliklinik Rumah Sehat Jakabaring Palembang, Selasa (16/6/2020), berjalan tertib dan lancar.
Para capel dan siswa Pondok Modern Darussalam Gontor mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
Pengurus Bimbel Moba La-tansa yang bertanggung jawab mengantarkan capel dan siswa hingga penempatan di pondok nanti, sudah stand by menunggu di lokasi.
Sebelum proses rapid test dilaksanakan, Pimpinan Bimbel Moba La-tansa, Prof Dr Muhajirin, MA memberikan pengarahan singkat kepada orang tua dan wali mengenai persiapan keberangkatan pada Kamis, 18 Juni 2020 melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan berfoto bersama antara para orang tua maupun wali dan foto bareng juga dikhususkan terhadap para capel dan siswa.
Selanjutnya sekitar pukul 14.30 WIB proses rapid test dimulai. Para capel, siswa, dan lima pembimbing Moba La-tansa secara bergiliran mengikuti rapid test.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dr H Trisnawarman, MKes kepada Sumselupdate.com menjelaskan, hasil rapid test ini dapat diketahui 15 menit setelah pemeriksaan dilakukan.
Jika hasil rapid test reaktif, menurut Trisnawarman, maka akan dilanjutkan dengan swab test di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.
Namun alhamdullilah dari pemeriksaan hari ini, seluruh capel, siswa, dan pembimbing hasil rapid testnya negatif.
Sebelumnya, Pimpinan Bimbel Moba La-tansa, Prof Dr Muhajirin, MA kepada Sumselupdate.com mengatakan, rapid test ini merupakan rangkaian prosedur tetap (protap) maskapai tiga hari sebelum pemberangkatan ke Pondok Modern Darussalam Gontor dengan menggunakan pesawat Expres Air dari Bandara Internasional SMB II Palembang, Kamis (18/6) lusa.
Menurut Muhajirin, rapid test ini tidak hanya diikuti capel dan siswa, akan tetapi diikuti juga lima pembimbing dari Bimbel Moba La-tansa yang akan mendampingi dari mulai proses ujian hingga penempatan di pondok.
Muhajirin mengatakan, rapid test yang digelar Dinkes Sumsel atas persetujuan pimpinan wilayah dan tidak dipungut biaya alias gratis.
Menurut Muhajirin, capel yang mengikuti rapid test hari ini sebanyak 111 orang terdiri dari 55 laki-laki dan 56 perempuan.
Sementara siswa kelas 3 yang ikut rapid test sebanyak tiga orang dan pembimbing dari lembaga yang dipimpinnya sebanyak lima orang.
“Jadi yang akan berangkat lusa (Kamis –red) nanti sebanyak 119 orang dari Bimbel Moba La-Tansa. Kita charter pesawat Expres Air dari Bandara SMB II Palembang menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo,” jelas Muhajirin.
Dikatakan Muhajirin, rencana pemberangkatan lusa nanti di Bandara SMB II Palembang pukul 10.00 WIB dan ketika sampai di Bandara Adi Soemarmo, para capel dan siswa akan dijemput Idaman Transport menuju Pondok Gontor baik di Mantingan maupun yang berlokasi di Ponoroga.
Sampai di Pondok Modern Darussalam Gontor, Muhajirin mengatakan, lima pembimbing dari Moba La-tansa akan memberikan berkas asli seluruh capel kepada pihak panitia penerimaan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Setelah berkas dianggap lengkap, para capel masuk asrama dengan melalui protap Covid-19 super ketat dari Pondok Modern Darussalam Gontor.
Kemudian, pada tanggal 19, 20, 21, dan 22 Juni 2020, para capel bersiap mengikuti ujian tertulis dan lisan.
Sebagaimana diketahui, pemberangkatan capel, siswa, dan mahasiswa Universitas Darussalam (Unida) asal Sumsel ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, didampingi Moba La-tansa dan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Sumsel.
Senin (15/6) kemarin, IKPM Gontor Cabang Sumsel melepas 310 capel, siswa kelas 5, dan mahasiswa/i Universitas Darussalam (Unida) asal Sumsel ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur.
Sebanyak 310 capel, siswa, dan mahasiswa Unida ini akan ditempatkan di masing-masing pondok dengan rincian 151 santri/santriwati di Pondok Gontor yang berada di Ponorogo.
Kemudian, di Mantingan 111 orang, Magelang 9 orang, Kediri sebanyak 17 santri, Ngawi Sumberrejo sebanyak 14 orang, dan Pondok Gontor di Banyuwangi di 8 santri/santriwati.
Ketua IKPM Gontor Cabang Sumsel, Ustadz Hendrawan M Ilyas, SKom mengatakan, para capel, siswa, dan mahasiswa Unida ini didampingi delapan anggota IKPM Sumsel sampai ke masing-masing pondok.
Dia beralasan, sesuai dengan maklumat Pondok Gontor Modern Darussalam bahwa untuk tes penerimaan tahun 2020, seluruh capel tidak boleh didampingi orangtua atau wali.
Hal ini untuk mengurangi kerumunan massa saat berada di Pondok Modern Darussalam Gontor, demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Ditambahkannya, pemberangkatan capel, siswa, dan mahasiswa Unida ke Pondok Gontor ini merupakan gelombang pertama, karena akan ada gelombang kedua.
“Rencananya gelombang kedua akan diberangkatkan lagi pada tanggal 20 Juni 2020, namun jumlah yang akan berangkat lewat IKPM Sumsel belum kita pastikan,” jelasnya. (edo)











