Sempat Telat, Tukang Gali Kubur Pasien Covid-19 di Gandus Palembang Dapat Upah Rp750 Ribu Per Lubang

Rabu, 10 Juni 2020
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Palembang, Affan Prapanca Mahali.

Palembang, Sumselupdate.com – Tukang gali kubur untuk pasien Covid-19 meninggal dunia akan mendapatkan upah Rp750 ribu per lubang.

Meskipun sejak April terlambat pembayaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menjanjikan segera dibayarkan.

Read More

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Palembang, Affan Prapanca Mahali mengatakan, honor untuk gali kubur di TPU Gandus langsung dikirim ke rekening yang bersangkutan.

“Ada empat tukang gali kubur yang betugas, secepatnya hari ini dibayarkan,” katanya, Rabu (10/6/2020).

Affan mengatakan, memang terjadi keterlambatan pembayaran untuk upah para penggali yang ditugaskan di sana.

Hal ini dikarenakan, pembayaran baru dapat dilakukan setelah adanya pengajuan berdasarkan atas SPJ yang terdahulu.

“Kemarin ada keterlambatan yang bersangkutan. Saat ini sedang diproses dan Insha Allah hari ini akan ditransfer ke rekening mereka. Terhitung untuk upah dari tanggal 16 April hingga hari ini semuanya lunas,” katanya.

Affan mengatakan, sistem pembayaran dilakukan berdasarkan pengajuan. Di mana untuk satu lubang, penggali kubur yang bertugas di TPU Gandus khusus Covid-19 tersebut diupah Rp750 ribu.

Dengan adanya upah yang diberikan dari Pemerintah, maka diharapkan penggali kubur meminta ataupun keluarga tak lagi mengeluarkan biaya untuk pemakaman.

“Sesuai pengajuan hari ini sudah terbayar semua. Kami harap juga dengan honor yang dibayarkan maka tidak dibenarkan untuk menerima lagi,” katanya.

Sementara untuk alokasi dana pembayaran honor penggali, Affan belum bisa memberikan penjelasan secara rinci, karena pihaknya selama ini melakukan pengajuan pembayaran melalui BPKAD Kota Palembang.

“Kami mengajukannya ke BPKAD. Sebaiknya tanya ke BPKAD saja,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa memastikan bila semua proses biaya pemakaman bagi pasien meninggal karena Covid-19 ditanggung oleh pemerintah.

Maka ditegaskanya jangan sampai ada pungutan liar terhadap keluarga. “Benar sekali semuanya itu gratis,” ujarnya. (iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts