Sebelum Menjadi Korban Perompakan, Ternyata Kapal Australia Sempat Terdampar di Pantai Bangka

Minggu, 31 Mei 2020
Sebelum dibajak perompak kapal Yatch berbendera negara Autralia terdampar di Pantai Batu Rakit Mentok Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena diterpa badai laut.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Sebelum menjadi korban lima perompak di perairan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kapal Yatch berbendera negara Autralia yang dinahkodai Kadeus Nobisqi (70), ternyata sempat terdampar di Pantai Batu Rakit Mentok Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena diterpa badai laut.

Read More

Kepala Radio Komunikasi Kemenhub Bangka Barat melalui stafnya Muhammad Nur mengatakan, bule yang memiliki visa Australia tersebut terdampar di Pantai Rakit Mentok Bangka Barat karena kerusakan mesin.

“Pada tanggal 10 Mei 2020 tengah malam kapal ini sudah ada di sini katanya tersampu badai laut sehingga merusak mesin starter motornya,” ujar M Nur saat dihubungi via telepon seluler, Minggu (31/5/2020)

Melihat butuh pertolongan, M Nur bersama dengan Airud, Angkatan Laut, Navigasi, dan Dishub mendatangi kapal tersebut mencoba berkomunikasi dengan Kadeus Nobisqi.

Sebelum dibajak perompak kapal Yatch berbendera negara Autralia terdampar di Pantai Batu Rakit Mentok Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena diterpa badai laut.

 

Dari keterangan M Nur, bule Australia tersebut merupakan warga negara Polandia yang memiliki visa Australia dan datang ke Indonesia hanya untuk berwisata.

Nahkoda Kapal Kadeus Nobisqi mengaku, mau menuju Kupang, NTT menggunakan kapal tersebut.

M Nur terkejut mendengar kabar bahwa bule tersebut dibajak perompak di periaran OKI, sebab izinnya tidak melewati daerah tersebut.

“Ya saya terkejut saja mendengarnya padahal dia bilang langsung ke NTT tanpa melalui jalur tersebut,” jelas M Nur.

Proses pemeriksaan oleh petugas saat terdampar.

 

Ia membenarkan bahwa bule Australia tersebut memegang uang senilai 700 dollar, dikarenakan Kadeus sempat meminta tolong membelikan makanan selama ia terdampar di Pantai Batu Rakit Muntok Bangka Barat.

Sebelumnya, Direktorat Polairud Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan penyergapan terhadap kapal Yacht berbendera Australia yang dinahkodai Kadeus Nobisqi.

Penggrebekan ini dilakukan lantaran kapal asing itu tengah dibajak lima perompak di perairan OKI, Kamis (28/5). Sayang, saat penyergapan kelima perompak ini berhasil kabur.

Dalam penyergapan itu, petugas hanya berhasil menemukan GPS, TV, dan mesin kapal.

“Kita telah lakukan penggerebekan kemarin terkait pembajakan atau tindakan kriminal terhadap kapal asal Australia. Saat kita ke lokasi, para pelaku sudah pada kabur,” ujar Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes YS Widodo, Sabtu (30/5/2020).

Menurut Kombes YS Widodo, barang bukti akan dikirim ke Provinsi Lampung untuk diserahkan kepada korban yang tengah bersandar dan kini sudah ditangani Polda Lampung.

Kombes YS Widodo menuturkan, berdasarkan cerita nahkoda kapal bernama Kadeus Nobisqi, sebelumnya ia berlayar sendirian dari Australia menuju Jakarta.

Sebelum dibajak perompak kapal Yatch berbendera negara Autralia terdampar di Pantai Batu Rakit Mentok Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena diterpa badai laut.

 

Namun malang di tengah pelayaran dia menjadi korban perompakan. Kadeus menyebut ada beberapa pelaku yang membawa senjata api.

Beruntung Kadeus dalam kondisi selamat setelah menekan tombol emergency position indicating radio beacon (EPIRB).

Sinyal darurat tersebut lalu diterima International Maritime Organization (IMO) dan diteruskan kepada Kedubes Australia di Jakarta.

Kombes YS Widodo menambahkan identitas kelima perompak itu sudah dikantungi dan kini masih dalam perburuan petugas. (**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts