Solusi Serbuk Herbal di Tengah Pandemik Virus Corona

Kamis, 16 April 2020
Lilis Purwanti

PALI, Sumselupdate.com – Mitra binaan dari SKK Migas – pertamina EP Asset 2 Field Adera yang berada di Desa Pengabuan, kecamatan Abab, Kabupaten PALI, sepertinya menjadi oase di tengah pandemi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menerpa dunia dan Indonesia saat ini.

Pasalnya, usaha yang dirintis oleh seorang perempuan bernama Lilis Purwanti (24) dengan memproduksi serbuk herbal.

Read More

“Sejak mendapatkan pelatihan dari Pertamina Adera bersama dengan 39 peserta yang lain, saya ingin tampil beda. Yaitu kalau yang lain membuat minuman suplemen, kita membuat serbuk herbal, untuk tampil bedanya. Jadi kita bisa saling tukar produk dengan teman,” jelas gadis yang kerap disapa Lilis ini.

Hampir setiap Lilis pergi ke kebunnya yang hanya berukuran 10 x 20 meter. Di sana ia menanam beragam tanaman obat. Seperti jahe merah, kunyit, kencur, bawang dayak dan bermacam jenis lainnya. Usai panen, ia mengeringkan bahan obat itu di bawah terik matahari, lalu dioven dan menghaluskannya serta memberi kemasan yang menarik.

Lilis Purwanti

“Kita produksi sudah hampir dua bulan, Ibu sering membantu pengolahan juga, kita menjual produk secara online melalui media sosial Facebook dan di WhatsApp. Untuk harga berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu saja per bungkus. Kini pelanggannya tak hanya di Kabupaten PALI atau dalam Provinsi Sumatera Selatan. Melainkan hingga ke Provinsi Riau dan Jambi,” urainya

Perhari produk herbal produksi Lilis bisa habis terjual hingga 30 kg. Dari penjualan itu ia pun bisa meraup omset sampai Rp1 juta per hari.

Meski demikian, karena lahannya masih terbatas, hingga kini ia masih kerap membeli bahan mentah dari pasar agar permintaan para pelanggannya bisa terpenuhi.

“Dari testimoni para pembeli mereka sangat senang dengan olahan kita. Karena selain olahan herbal ini alami, tak ada efek samping. Juga cara penyajiannya sangat gampang. Cukup diseduh air panas dan diberi madu atau gula merah sesuai selera,” jelas Lilis.

Menggeluti usahanya itu, kini lilis semakin optimis produksi obat-obatan herbalnya itu akan semakin disukai oleh masyarakat. Ia juga berharap wabah pandemi Covid-19 akan segera berlalu, sehingga ia bisa leluasa dalam mengembangkan usaha.

Sementara itu, Abdul Aziz, Asisten Manager Pertamina EP Asset 2 Field Adera menerangkan bahwa produk dari mitra binaan berupa serbuk herbal menjadi salahsatu produk yang dibagikan ke petugas medis di satuan gugus tugas penanggulangan penyebaran virus corona di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina Adera.

“Para petugas di satuan gugus tugas menjadi garda terdepan dalam memerangi virus corona. Serbuk herbal mitra binaan Pertamina Adera bisa membantu meningkatkan stamina, dan sistem imun terutama untuk mencegah virus corona. Kita bagikan dalam setiap paket bantuan yang sudah dibagikan,” terangnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts