Cegah Terulang Banjir dan Longsor, BNPB Bangun Dinding Pengaman di Desa Bumi Ayu

Rabu, 4 Maret 2020
Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) Ir. Rivai MBA (kanan) didampingi Sekda PALI Syahron Nazil dan Kepala BPBD PALI Junaidi Anuar saat meninjau pembangunan dinding pengaman Sungai Lematang.

PALI, Sumselupdate.com – Banjir yang kerap melanda wilayah Cagar Budaya Candi Bumi Ayu Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematamg Ilir (PALI) direspon cepat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) dengan menggelontorkan dana sebasar Rp 13,7 Miliar.

Hal ini diperuntukkan untuk membangun dinding pengaman tebing Sungai Lematang Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang guna meminimalisir dan antisipasi bencana seperti banjir dan longsor yang mengancam wilayah tersebut.

Memastikan pembangunan dinding penahan berjalan lancar, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) Ir. Rivai MBA, melakukan kunjungan kerja secara langsung, Rabu (4/2/2020).

Menurut Rivai, bantuan tersebut diperkirakan di tahun 2020 akan diperuntukkan untuk pembangunan dinding pengaman tebing Sungai Lematang, yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang kabupaten PALI, melalui leading sector Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Ia menjelaskan, sudah menjadi program pemerintah pusat dalam pelestarian cagar budaya yang ada di Indonesia.

Selain itu, tak kalah penting adalah pencegahan kawasan cagar budaya terhadap gangguan alam seperti longsor dan banjir.

“Kami tinjau langsung, karena di sini ada situs candi yang sudah teregister di pusat dan makam Puyang Siak. Sejatinya itu wajib dijaga dan dilestarikan. Efek dari keberadaan wisata tentunya peningkatan perekonomian masyarakat sekitar khususnya Kabupaten PALI,” ungkap Rivai.

Artinya, kata dia, saat ini pariwisata menjadi program prioritas, menjaga, mengembangkan menjadi kewajiban semua pihak.

“Dalam pembangunan nantinya, juga menjadi tanggungjawab kita semua, untuk berpartisipasi dan mendukung jalanya pembangunan. Jangan dihambat ini untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Sementara, Bupati PALI H Heri Amalindo melalui Sekda PALI, Syahron Nazil memaparkan secara singkat gambaran Kabupaten mulai dari jumlah penduduk, luas wilayah, serta bencana daerah yang kerap kali menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat di beberapa wilayah dalam Kabupaten PALI yang rawan bencana seperti banjir dan longsor.

Ia juga menjelaskan, PALI di dua musim bencana rawan.

“Di Kabupaten PALI ini kalau musim kemarau ancaman bencana kebakaran hutan, kalau musim hujan, bencana banjir,” kata Syahron.

Dari itu, pihaknya selaku pemerintah daerah masih memerlukan bantuan dan support pemerintah pusat khususnya problem dalam mengatasi ancaman bencana.

“Kami juga berharap peran serta masyarakat mendukung percepatan pembangunan yang ada di PALI di segala bidang,” ungkapnya. (adj) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts