Palembang, Sumselupdate.com – Tak banyak perguruan tinggi yang ditunjuk dan dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan.
Salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk dan dipercaya menyelenggarakan program PPG dalam jabatan adalah Universitas PGRI Palembang.
Universitas PGRI Palembang patut berbangga dengan kepercayaan Kemendikbud tersebut. Sebab program PPG dalam jabatan ini penting untuk membentuk guru yang profesional.
Pernyataan ini dikemukakan Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi saat menyampaikan sambutan di acara yudisium sarjana baru ke-112 Periode III semester ganjil tahun akademik 2019/2020 di Aula Drs H Aidil Fitrisyah, MM Lantai 5 Gedung Science & Business Center, Kamis (23/1/2020).
Yudisium yang diikuti 51 sarjana baru berbarengan dengan digelarnya pelepasan 121 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan tahun 2020 di lingkungan FKIP Universitas PGRI Palembang.
Hadir dalam acara yudisium dan pelantikan tersebut, Dekan FKIP Dr Dessy Wardiah, MPd, Wakil Dekan 1, 2, dan 3, Direktur Program Pascasarjana, Dr H Houtman, MPd, dekan dan wakil dekan, Ketua Program Studi PPG Dr Hj Nila Kesumawati, MSi, para ketua prodi, para pejabat lainnya di lingkungan Universitas PGRI Palembang serta tamu undangan lainnya.
“Sarjana pendidikan yang telah lulus belum boleh dipanggil guru. Mengapa, untuk mendapatkan sebutan guru itu harus lulus terlebih dahulu program PPG. Sama seperti seorang dokter, kalau dia baru tamat atau lulus itu masih sarjana kedokteran belum bisa dipanggil dokter karena ada tahapannya, begitu juga dengan guru,” kata Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi dalam sambutannya.
Maka dari itu, menurut Rektor, pihaknya mendorong bagi yang sudah lulus sarjana pendidikan (SPd) untuk melanjutkan studi kembali untuk menjadi guru profesional melalui program PPG.
“Bagaimana caranya, Anda cukup melihat di laman website perguruan tinggi yang buka dan menerima mahasiswa PPG mandiri,” ujar Bukman.
Bukman menjelaskan jika lulus dalam mengikuti program PPG melalui Kemendikbud, banyak manfaat yang didapatkan. Di antaranya berhak mendapatkan sertifikasi, tunjangan, dan lain sebagainya.
“Dulu saat saya jadi guru belum ada PPG seperti ini tapi sekarang sudah ada, Karena itu saya sarankan ambil sertifikat pendidik,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Bukman Lian mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh sarjana baru serta alumni PPG dalam jabatan yang telah dilantik.
Beliau berpesan kepada seluruh alumni yang telah dilantik agar terus melanjutkan pendidikannya tak hanya berhenti di jenjang Strata 1 (S1), akan tetapi melanjutkan ke jenjang Strata 2 (S2).
Banyak kemudahan yang diberikan Universitas PGRI kepada seluruh alumni yang ingin melanjutkan kuliah ke program Pascasarjana yang memiliki tiga prodi, yakni Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Prodi Magister Manajemen Pendidikan.
Menurut Bukman, para sarjana baru dan alumni PPG akan diberikan penghargaan apabila ingin melanjutkan ke jenjang Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang berupa bebas 100 seratus uang pendaftaran, penghargaan lain berupa diskon 25 persen uang SPP sampai selesai perkuliahan.
Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd dalam sambutannya, menjelaskan peserta yudisium ke-112 periode III semester ganjil tahun akademik 2019/2020 berjumlah 51 Mahasiswa yang berasal dari enam prodi.
Keenam prodi itu adalah Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Seni Pertunjukan, Sedangkan peserta program PPG tahun 2020 yang dilepas sebanyak 121 mahasiswa.
Dalam yudisium kali ini, ada empat mahasiswa yang meraih predikat Dengan Pujian, dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,81 diraih oleh Muhammad Ridho Al-Fikri dari program studi Pendidikan Matematika.
Lebih lanjut Dessy Wardiah menjelaskan para lulusan merupakan duta universitas yang membawa nama baik almamater.
Dikatakannya, universitas mengajarkan kebaikan yang bersifat universal, karena itu nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan seharusnya tertanam pada diri setiap lulusan sebagai pencerminan dari keluhuran budi “Kejujuran, kebenaran, dan keadilan yang digabungkan dengan kemampuan ilmu pengetahuan serta semangat pengabdian sebagai wujud nilai kepahlawanan pada masa kekinian,” ujar Dessy Wardiah.
Sebagai alumni FKIP, Dessy Wardiah berharap dapat memiliki rasa percaya diri dengan ciri memiliki intergritas, mampu hidup dalam multikultur, memiliki jiwa yang melayani, taat pada profesi yang akan ditekuni, tidak menyerah pada keadaan serta mampu berkomunikasi dan berinteraksi internasional baik melalui media maupun offline.
Di akhir sambutannya, Dessy Wardiah mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas keberhasilan menyelesaikan studi dengan baik.
“Pada kesempatan ini, saya atas nama civitas akademika FKIP mengucapkan selamat dan sukses kepada sarjana baru yang telah dilantik, Kami berharap ijazah kesarjanaan kalian tertulis dalam raga dan menjadi soft-skills untuk membentuk mental baja dan insan yang memiliki integritas mulia di era persaingan global, Darma bakti kalian telah ditunggu keluarga dan masyarakat serta negara, jangan pernah berhenti untuk belajar karena sumber belajar tidak hanya dari dosen dan kampus tetapi dari segala persoalan, kesukaran, lingkungan sekitar juga menjadi sumber belajar untuk kesuksesan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPG Dr Hj Nila Kesumawati, MSi menjelaskan 121 peserta program PPG dalam jabatan ini diikuti oleh para guru tetap atau sudah PNS tetapi belum memiliki sertifikat pendidik.
“Selama kurang lebih lima bulan mereka benar-benar belajar dan diuji untuk bisa mendapatkan sertifikat PPG,” jelasnya. (rel/hyd)











