Tradisi Arak-arakan Pengantin Sunat yang Masih Dipertahankan Warga Pagaralam

Minggu, 15 Desember 2019
Tradisi masyarakat Basemah, arak-arakan pengantin sunat menggunakan tandu yang berbentuk burung elang (Rico)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Besemah adalah salah satu daerah yang dikenal memiliki beragam tradisi yang sangat unik dan khas.

Di Besemah atau lebih Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, kesenian dan budaya sudah menjadi tradisi yang turut mempengaruhi kehidupan masyarakatnya.

Read More

Tak hanya dalam keseharian, tradisi masyarakat Besemah juga bahkan turut mewarnai prosesi keagamaan, salah satunya khitanan (sunatan).

Cukup beragam budaya dan adat istiadat masyarakat yang turut mengiringi dan melengkapi prosesi khitanan ini.

Biasanya, akan ada prosesi budaya atau tradisi dan kesenian yang dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat Besemah yang mayoritas beragama muslim menjelang sunatan.

Menurut perintah agama, khitanan atau sunatan adalah salah satu ritual atau prosesi proses pembersihan diri secara lahir bagi setiap anak laki-laki muslim yang sudah berlangsung sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Dalam merealisasikan prosesi khitanan tersebut,  keluarga besar Tandi Dewansyah, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, melakukan berbagai persiapan.

Di antaranya adalah mengkolaborasikan prosesi khitan dengan kesenian daerah, yakni tanduan yang berasal dari adat yang sudah lama.

Menariknya, dalam prosesi tanduan ini disertai iringan alunan musik Terbangan dengan melantunkan Syair-syair Islami.

Prosesi khitan warga Sidorejo tampak berbeda dengan prosesi pada umumnya. Di mana calon anak yang akan dikhitan beserta orang tuanya diarak menggunakan tanduan yang berbentuk burung Garuda unik menyusuri jalan raya sejauh satu kilometer.

Budisi selaku perwakilan keluarga yang dikhitan menjelaskan, pihaknya menggelar seni budaya Tanduan pada prosesi khitan sebagai bentuk melestarikan seni budaya yang sudah ada.

“Kita hadirkan kesenian  sebagai bentuk pelestarian keragaman kesenian dan kebudayaan yang ada di Besemah,” katanya.

Sama halnya dengan Sugeng Riadi yang merupakan RW 03, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Dia mengharapkan dengan menampilkan kesenian dan budaya adat masyarakat setempat dalam acara syukuran khitanan tersebut, bisa menambah pengetahuan khususnya kepada kepada generasi muda di darerahnya.

“Semoga ini menjadi edukasi kepada generasi selanjutnya agar lebih mengenal seni budaya, guna memperkuat identitas dan jati diri daerah dan bangsa secara umum” harapnya.

Pantauan Sumselupdate.com di lokasi prosesi arak–arakan Tanduan mendapat apresiasi dari puluhan pengguna jalan yang melintas dan tamu undangan.

Bahkan para pengemudi kendaraan ini rela memperlamban laju kendaraannya agar bisa berlama–lama melihat jalannya prosesi adat ini.

“Menghibur sekali, ternyata masih ada budaya seperti ini di Sepatan,” ungkap Yudis Tira yang merupakan tamu undangan dalam prosesi khitanan keluarga besar Tandi Dewansyah. (novrico saputra)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts