Pagaralam, Sumselupdate.com – Serangan harimau Sumatera yang menimpa warga Kabupaten Lahat maupun di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat setempat.
Masyarakat pun berharap pemerintah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumsel segera menurunkan petugas guna menangkap dan mengembalikan harimau ke habitatnya.
Herli, warga Aur Duri, Klurahan Karang Dalo, Kota Pagaralam mengaku, khawatir dengan kejadian dua warga yang sudah diterkam harimau.
Menurut Herli, kekhawatiran ini muncul lantaran kesehariannya dia tinggal di Talang Padang dekat area perkebunan kopi.
Dikatakannya, sudah saatnya pemerintah dan BKSDA Sumsel menurunkan petugas untuk menangkap harimau yang sudah meresahkan warga itu.
Penangkapan dan pengembalian harimau itu ke habitatnya ini menurutnya sangat diharapkan masyarakat.
Sebab dikhawatirkan selain nanti ada jatuh korban lagi, juga ditakutkan nanti ada tindakan dari warga terhadap harimau yang notabenenya hewan yang dilindungi.
Sementara itu, Rama Dian, salah seorang pengusaha penginapan yang ada di Kota Pagaralam berharap kepada pihak terkait untuk menentukan titik mana saja yang dianggap rawan dari serangan hewan buas.
Penentuan titik rawan serangan harimau ini penting, untuk memetakan kawasan mana yang dianggap bahaya dan wilayah mana yang dianggap aman.
Penentuan titik rawan ini, menurut Rama Dian, sangat penting. Tujuannya agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan dari wisatawan sehingga menimbulkan kerugian dari para pelaku usaha penginapan di area Gunung Gare dan sekitarnya.
Sebagaimana diketahui dua warga dari Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, diterkam harimau saat berada di dalam kebunnya.
Peristiwa pertama menimpa Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.
Korban meninggal dunia diterkam harimau pada 17 November 2019 silam, saat sedang merumput (baca: menyiangi rumput) di kebun kopi. Kuswanto menemui ajal setelah lehernya diterkam harimau.
Sedangkan kejadian paling terbaru menimpa Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.
Korban diterkam harimau di bagian paha sebelah kanan dengan luka gigitan dan cakaran kuku hewan buas tersebut. Beruntung korban selamat dari maut.
Peristiwa menggegerkan warga Kota Pagaralam ini terjadi, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09 00. Serangan hewan buas ini saat korban sedang menyiangi rumput di kebun kopi.
Merebaknya serangan harimau ini tak urung membuat Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, SH mengeluarkan imbauan dalam bentuk video yang disebar melalui media sosial WhatsApp.
Dalam video berdurasi 33 detik itu, Alpian Maskoni mengimbau seluruh warga Kota Pagaralam dan semua wisatawan untuk tidak ragu berwisata di kawasan Gunung Dempo, dengan tetap menjaga kewaspadaan dan kehati-hatian.
Alpian Maskoni juga mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk sementara waktu untuk tidak berkemah di kawasan Gunung Dempo. (ric)











