SEBERAPA banyak di antara pemuda Indonesia yang menganggap literasi itu penting? Anggapan tersebut tergantung pada seberapa besar minat baca dan menulis yang kita punya.
Namun tak banyak di antara kita menganggap hal itu penting. Meski sebenarnya negara kita termasuk negara yang cukup membanggakan.
Seperti dikutip dari http://rubik-search.blogspot.co.id\2016\01\tulisan-esai-tentang-menumbuhkan-minat.html yang menyatakan bahwa berdasarkan data Unesco, tingkat literasi di Indonesia termasuk tertinggi di asia pasifik.
Dalam rentang tahun 1990-2015 persentasenya bahkan bersaing dengan negara China. Namun apakah tingginya tingkat literasi juga berarti tingginya minat baca?
Menurut data pembangunan di dunia pendididkan Unesco, Indonesia berada pada urutan 69 dari 127 negara yang memiliki minat baca tinggi hanya satu di antara seribu.
Jauh dari angka minat baca di negara Jepang yaitu 45 persen atau singapura yang mencapai 55 persen. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia mampu, namun kurang minat menyentuh buku.
Jangankan yang tidak sekolah, yang sedang atau telah menempuh pendidikan saja, masih banyak yang enggan untuk membuka lembaran-lembaran buku yang katanya gudang ilmu tersebut.
Hal ini terjadi karena era globalisasi yang terjadi di masyarakat, para pemuda lebih suka bergelut di media sosial atau browsing di internet hanya untuk mencari hiburan semata.
Berangkat dari fenomena itu, tulisan ini lebih fokus membahas tujuan dan manfaat gerakan literasi.
Gerakan literasi bermanfaat sebagai sarana pengetahuan umum dan informasi tertentu yang berguna bagi kehidupan sebagai pengalaman hidup menyelesaikan berbagai masalah di dalam kehidupan.
Di samping itu, gerakan literasi mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang pandai memperkaya perbedaan kata atau istilah lainnya yang menunjang keterampilan menyimak informasi.
Tujuannya tentu sebagai alat atau cara praktis untuk mengatasi masalah menghindari dari berbagai kesulitan ketakutan atau penyakit tertentu.
Gerakan literasi bermanfaat juga sebagai sarana perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan terbaru di dunia, sebagai wujud meningkatkan potensi setiap pribadi memperkaya batin memperluas cara pandang dan pola pikir.
Kemudian gerakan literasi mampu meningkatkan taraf hidup untuk keluarga masyarakat nusa dan bangsa yang bertujuan sebagai hasil prestasi untuk mendapat rasa lebih bila dibandingkan dengan orang lain di dalam lingkungan pergaulan serta memperkuat nilai kepribadian atau keyakinan.
Manfaat lainnya sebagai sarana pengetahuan terhadap peristiwa kebudayaan dan sejarah suatu bangsa yang bertujuan mengganti pengalaman estetika yang sudah kuno.
Maka dari itu, gerakan literasi harus ditanamkan sejak dini di mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, dan sosial budaya.
Sehingga minat baca masyarakat Indonesia dapat meningkat. Dengan mengetahui manfaat serta tujuannya dapat menyadarkan masyarakat bahwa gerakan literasi itu sangat penting dalam mewujudkan kebiasaan membaca dan menulis.
Yang tentunya membutuhkan peran aktif dari berbagai kalangan terutama keluarga dan tenaga pengajar demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik dalam membangun kualitas pemuda bangsa. (**)
Penulis: Nofifitria
Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang.











