KM Munawar AH adalah pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Alquran yang berada di kabupten Musi Banyuasin tepatnya di Desa Gajah Mati. Beliau merupakan kyai (guru) saya sendiri. Dalam satu kesempatan, beliau menjelaskan beberapa cara menghafal Alquran dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
KM Munawar AH menyebutkan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui dalam menghafal kitab suci Alquran, yaitu pertama, berniat semata-mata hanya karena Allah. Menurutnya menghafal Alquran dengan maksud mengharapkan yang lain seperti mendapat pujian atau mendapatkan gelar Alhafidz akan menghilangkan berkah dan pahala menghafal Alquran tersebut. Demikian itu, sia-sialah perjuang dan susah dalam menghafal Alquran.
Kedua, memiliki keyakinan yang kuat bahwa kita mampu dalam menghafal Alquran hingga khatam. Dalam kaidah fikih disebutkan ‘Sesuatu yang diyakini tidak dapat hilang dengan keraguan’. Apabila kita yakin maka akan tercapai dengan mudah atas pertolongan Allah SWT, namun apabila kita ragu akan sulit mendapatkan apa yang kita inginkan.
Ketiga, mendekatkan diri kepada Allah. Semakin kita dekat kepada-Nya maka akan dimudahkan segala urusan kita. Apalagi dalam menghafal kalam Allah maka yakinlah akan lebih mudah untuk menghafal Alquran. Dalam rangka menghafal Alquran kita harus rajin dalam beribadah dan berdoa kepada Allah.
Keempat, menjauhkan diri dari maksiat. Salah satu penghambat dalam menghafal Alquran yang tidak kita sadari ialah berapa banyak maksiat yang telah kita perbuat. Imam Syafii pernah bercerita tentang sulitnya menghafal alquran. Lalu gurunya memberinya nasehat untuk menjauhi maksiat. Sebab ilmu adalah cahaya,dan cahaya tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.
Cara menghafal Alquran menggunakan metode 3T+1M :
1. Talqin atau Tasmi`
Talqin berarti seorang Ustadz atau Guru membacakan Alquran dan seorang santri mendengarkan. Sedangkan, tasmi` yakni seorang santri membaca Alquran untuk didengarkan Ustadz.
2. Tafahhum
Tafahhum adalah memahami arti dari alquran yang akan dihafalkan.
3. Tikror
Tikror berarti mengulang-ulangi bacaan ayat yang akan dihafalkan. Caranya?
a) Bacalah ayat pertama akan dihafal seabanyak 10-20 kali hingga hafal.
b) Bacalah ayat kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal.
c) Bacalah ayat 1 dan 2 sebanyak 10-20 kali hingga hafal.
d) Baca ayat ketiga ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal.
e) Kembali ayat pertama, kedua, dan ketiga 10-20 hingga hafal.
f) Dan seterusnya.
4. Murojaah
Setelah hafal, ulangi kembali bacaan tersebut. Inilah yang dimaksud dengan muraja’ah. Muraja’ah sangat penting karena muraja’ah inilah yang akan melekatkan hafalan secara lebih kuat ke dalam benak kita. Muraja’ah adalah sebuah kenikmatan bagi seorang hafidz karena dia akan banyak berinteraksi dengan Alquran.
Tips dalam menghafal Alquran :
1. Menggunakan satu mushaf
Sangat dianjurkan untuk menggunakan saty mushaf yang sama selama proses menghafalkan Alquran. Hal ini akan sangat memudahkan dalam proses menghafal.
2. Mendengarkan Bacaan Qari
Membiasakan diri mendengarkan bacaan dari seorang Qari dapat membantu kita dalam menambah ataupun mengulangi hafalan. Anda dapat mendengarkan bacaan para Imam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dapat membantu kita memiliki makharijul huruf yang tepat. Plus, kita juga dapat membiasakan diri untuk berhenti (waqf) di titik yang tepat.
3. Teknologi, sarana memaksimalkan cara menghafal Alquran
Berada dalam perjalanan namun tidak membawa Alquran? Pastikan anda sudah menginstall aplikasi Alquran di HP. Sehingga kemanapun anda pergi, anda dapat selalu membaca ataupun mendengarkan Alquran.
Waktu yang baik untuk menghafal Alquran:
Imam Alkatib Albagdad dalam Mukaddimah Majmu` Syarh Almuhadzdzab menganjurkan waktu-waktu yang mendukung untuk menghafal. Adapun waktu-waktu tersebut sebagai berikut:
1. Sepertiga malam terakhir. Pada waktu malam telah dijelaskan pada kitab Ta`limul Muta`alim karangan Syekh Zarnuji, bahwasanya waktu malam bagaikan unta yakni sebagai kendaraan untuk seorang pelajar. Maka dari itu pada waktu malam adalah waktu dianjurkan untuk menghafal.
2. Waktu siang hari. Waktu ini biasa digunakan untuk bekerja namun, juga efektif untuk menghafal.
3. Waktu pagi hari yakni sehabis melaksanakan sholat Subuh. Banyak yang menganjurkan untuk menghafal pada watu ini karena kondisi otak dalam keadaan kosong belum banyak digunakan.
Keutamaan menghafal Alquran
Sebenarnya ada banyak sekali keutamaan menghafal Alquran. Namun saya hanya akan meyebutkan beberapa saja yang terdapat dalam hadits-hadits. Dalam hal ini saya mengambil dari e-book Dar Arasail terjemah dari buku Ar Bauna Haditsan Fi Fadail Alquran yang ditulis oleh Asyaikh Abu Muhammad Albiqa`I as-syam Al-atsar. Berikut beberapa yang saya tuliskan:
1. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, dia melewati seorang tukang cerita sedang membaca Al- Quran untuk meminta-minta, lalu Imran membaca istirja’ (inna lillahi dst.) kemudian berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca Al-Qur`an, hendaklah meminta kepada Allah dengannya. Sungguh akan datang beberapa kaum yang membaca Al-Qur`an untukmeminta- minta kepadamanusia.” [Hasan: Sunan At-Tirmidzî (no. 2917, V/175), Al-Mu’jam Al- Kabîr Ath-Thabarânî (no. 374, XVIII/167), dan Syu’abul Iman A.
2. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan dalam satu kafan dua orang yang gugur dalam perang Uhud, lalu beliau bersabda, “Siapa di antara mereka yang lebih banyak hafal Al-Qur`an?” Ketika ditunjukkan kepadasalahseorang dari keduanya, beliau mendahulukannya di liang lahat.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 1282, I/452), Shahîh Muslim (no. 2296), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 3183, VII/456), SunanAt-Tirmidzî(no.1036, III/354), Sunan an- Nasâ`î (no. 2802, I/635) dan selain mereka]
3. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur`an dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku sanggup lebih dari itu,” hingga beliau bersabda, “Bacalah ia dalam tujuh hari dan jangan kurang dari itu.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al- Bukhârî (no. 4767, IV/1924), Shahîh Muslim (no. 1159, II/418), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 757, III/34), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 1035, I/561), Sunan Abû Dâwûd (no. 1390, III/54), Sunan Ibnu Mâjah(no.1346,
4. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliaubersabda, “Seseorang yang mahir dalam Al-Qur`an bersama dengan malaikat yangmulialagitaat, dan seseorang yang membaca Al- Qur`an dengan terbata-bata mendapat dua pahala.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4653, IV/1882), Shahîh Muslim (no. 798, I/549), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 767, III/44), Sunan At-Tirmidzî (no. 2904, V/171), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 986, I/542), Sunan Abû Dâwûd (no. 1453, II/70), Sunan Ibnu Mâjah (no. 3779, II/1242), Musnad Ahmad (no. 24257), dan Sunan ad-Dârimî (no. 3368)]
5. Dari Al-Barra` bin Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perindahlah Al-Qur`an dengan suara kalian, karena suara yang merdu menambah keindahan Al-Qur`an.” [Shahih: Sunan ad-Dârimî (no. 3501, II/565) dan Syu’abul Imam Al-Baihaqî (no. 2141, II/368)](**)
**) Penulis Rudi Dwi Saputra, Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Prodi Bahasa dan Sastra Arab, UIN Raden Fatah Palembang angkatan 2019.











