Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan yang menimpa M Ipung Effendi alias Yeng Pong Loi alias Ipung (58), akhirnya terungkap. Ternyata korban dihabisi tiga orang pelaku.
Sementara dalang pembunuhan sadis pemilik ‘Ipung Hair And Beauty Salon’ ini adalah Apriyanto alias Siska alias Ap alias Wahab (39).
Kini, petugas Polres Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan masih melakukan pengejaran dua orang tersangka lainnya.
Peristiwa berdarah itu terungkap ketika digelar press rilis yang dipimpin Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Wakapolres, Kompol Zulkarnain, Kasubag Humas, Kompol Junaidi Lubet dan Kasat Reskrim, AKP Rivow, Rabu (28/8/2019).
“Siska merupakan otak pelaku pembunuhan. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Sebelum dibunuh korban Ipung dibius terlebih dahulu oleh rekan pelaku,” ujar Kapolres.
Usai korban tertidur pulas di ruang belakang salon miliknya di Jalan Yos Sudarso, No. 70, RT 11, Kelurahan Taba Jemekeh, ketiga pelaku melancarkan aksi dengan membantai korban secara beramai-ramai.
Dalam peristiwa itu, Siska menusuk korban menggunakan senjata tajam di bagian leher dan perut. Sedangkan kedua pelaku lain menghantamkan batu di bagian pelipis. “Motifnya sakit hati,” tegasnya.
Sementara itu, Siska mengaku kesal atas ejekan yang dilakukan korban Ipung pada siang hari sebelum kejadian pembunuhan.
“Aku sakit hati, dio ngomong cak kebelaga’an, cak ke cantik’an dan cak kebeduitan. Ku omongi tunggulah gek malam kau ku abisi. Tapi aku menyesal,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, M Effendi (58) alias Ipung ditemukan tewas dalam kondisi penuh luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya. Jasad laki-laki malang ini ditemukan di ruang belakang salon miliknya pada Jumat (23/8/2019), sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi terlentang menggunakan baju singlet putih dan celana pendek abu-abu. Terdapat sejumlah luka tusuk di bagian perut dan terdapat batu di samping kiri kepalanya.
Dari hasil autopsi petugas medis, Ipung mengalami delapan luka tusuk di sejumlah bagian tubuhnya, dan satu luka pukulan benda tumpul di bagian pelipis kanan korban, sehingga menyebabkan luka robek panjang.
Korban pertama kali ditemukan oleh Yeni, Erwin, dan Panji. Leni yang curiga melihat rolling door salon belum dibuka, tapi pintu depan tidak terkunci.
“Kami masuk ke dalam dan melihat Ipung sudah meninggal,” ujar Panji, tukang tambal ban di depan Ipung Salon kepada wartawan. (and)











