Pasca-Wukuf, Jamaah Haji Padati Jamarat

Senin, 12 Agustus 2019
Pasca-wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, sejak kemarin jamaah haji melanjutkan prosesi ibadah hajinya dengan melontar jumrah di Jamarat, Senin (12/8/2019).

Mekkah, Sumselupdate.com – Pasca-wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, sejak kemarin jamaah haji melanjutkan prosesi ibadah hajinya dengan melontar jumrah di Jamarat.

Kegiatan lontar jumrah ini dilakukan dengan berjalan kaki berjarak kurang lebih tujuh kilometer, pulang dan pergi dari pemondokan di Mina hingga ke Jamarat.

Read More

Pada hari pertama, Minggu (11/8/2019) kemarin, jamaah hanya melakukan lontar aqobah. Selanjutnya, bagi jamaah yang mengambil nafar tsani mereka akan melontar jumrah ula, wusqo, dan aqobah sekaligus selama tiga hari berturut-turut mulai 11-13 Dzulhijah. Sedangkan yang mengambil nafar awal hanya dua hari yakni 11-12 Dzulhijah.

Butuh persiapan fisik yang prima bagi jamaah untuk melontar jumrah. Apalagi di samping treknya cukup panjang, cuaca di sekitar Jamarat pun cukup terik.

“Saya selalu mengimbau jamaah untuk memakai alat pelindung diri saat melontar, sering minum, dan tentunya mematuhi waktu larangan melontar,” ujar dokter kloter, dr Icon Horizon, hari ini.

Pasca-wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, sejak kemarin jamaah haji melanjutkan prosesi ibadah hajinya dengan melontar jumrah di Jamarat, Senin (12/8/2019).

 

Dia mencontohkan, pada saat melontar aqobah 10 Dzulhijah kemarin banyak kalangan lansia dan risti (resiko tinggi) yang pingsan. Bahkan ada yang sempat meninggal akibat faktor kekurangan cairan level tinggi (headstroke).

Dalam pantauan sumselupdate.com, kegiatan lontar jumrah sangat padat usai shalat subuh hingga pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Selain itu waktu sehabis shalat Ashar hingga pukul 22.00 WAS.

Meski sangat padat, sejauh ini kegiatan lontar jumrah berjalan tertib. Jalan pergi dan pulang jamaah dibuat berbeda.

Sepanjang jalan pun terlihat aparat petugas yang memantau dan mengatur lalu lintas jamaah. Sesekali mereka memyemprotkan air ke arah jamaah untuk menghalau rasa peluh pelontar.

Sebagai jamaah mayoritas dalam musim haji tahun ini, jamaah Indonesia diarahkan melalui jalan lantai tiga Jamarat. Selain itu, pihak muasasah Arab Saudi pun telah menetapkan waktu yang bisa digunakan jamaah Indonesia untuk melontar.

Peraturan ini wajib ditaati untuk menghindarkan jamaah dari bencana yang tidak diinginkan dalam melontar jumrah. (shn)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts