Palembang, sumselupdate.com – PSPS Riau mencoba bangkit ditengah keterpurukan. Usai ditinggal tujuh pemain inti, Askar Batuah menjadikan laga menghadapi Sriwijaya FC sebagai momen kebangkitan, sekaligus meraih kemenangan perdana di kompetisi Liga 2.
Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Kaharudin Nasution, Pekanbaru, Riau, Selasa 23 Juli 2019. Pertandingan pekan ke tujuh ini dianggap penting bagi tuan rumah karena bertajuk laga derby Sumatera.
Meski secara kualitas tim tamu jauh lebih unggul, namun tidak membuat PSPS minder. Pelatih interim PSPS, Raja Faisal menganggap timnya mampu meraih kemenangan meski hanya memiliki 16 amunisi.
“Secara psikologis mungkin sangat berpengaruh. Namun kita tidak ingin jadikan masalah ini sebagai alasan. Kita tetap menargetkan poin penuh,” ujar Raja Faisal, Senin (22/72019).
Untuk dapat meraih poin penuh, Raja menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil all out, bermain maksimal tanpa beban. Dia meminta para pemain untuk mengesampingkan nama besar lawan yang dihuni sejumlah pemain bintang.
“Lawan kami punya level dan persiapan yang lebih baik. Tapi itu bukanlah sebuah masalah karena kita yakin tetap bisa menang di laga kali ini,” ujarnya.
Hingga pekan keenam Liga 2, PSPS masih terdampar di posisi ke-11 klasemen sementara wilayah barat dengan baru mengoleksi satu poin. PSPS berada di zona degradasi bersama Persibat Batang dan PSGC Ciamis.
Sedangkan Sriwijaya FC berada di peringkat ketiga dengan koleksi 13 poin. Ambrizal cs bersaing ketat dengan Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan dan Persita Tangerang, dalam perburuan gelar juara.
Di atas kertas, Sriwijaya FC punya peluang cukup besar memenangkan laga ini karena kondisi lawan yang kurang stabil. Kendati lebih diuntungkan, namun tidak membuat Sriwijaya FC merasa di atas angin.
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi menegaskan tim nya pantang menganggap remeh lawan. Bahkan dia menyebut peluang kemenangan masih fifty-fifty.
“Kita tidak ingin menganggapnya sebagai sebuah keuntungan melawan PSPS yang kini hanya diperkuat 16 pemain. Saya hanya ingin para pemain fokus dan bermain maksimal,” jelas Kas Hartadi.
Mantan pelatih Kalteng Putra itu menerangkan, timnya tidak bisa sepenuhnya disebut lebih unggul dari PSPS, karena secara fisik lawan justru lebih siap.
Usai menghadapi Persibat Batang, Kas berujar anak asuhnya tidak memiliki waktu persiapan yang maksimal. Selain itu, Sriwijaya FC juga tidak tampil akan full team.
“Waktu kita memang mepet setelah menghadapi Persibat pada 18 Juli, kita hanya lakukan recovery sebelum menuju ke Pekanbaru. Kita juga tidak tampil full team karena Akbar Zakaria terkena kartu merah,” terangnya. (tra)











