Muarabeliti, Sumselupdate.com – Masyarakat dan pelaku usaha UMKM serta koperasi di wilayah Kabupaten Musirawas (Mura) diingatkan oleh Satgas Waspada Investasi wilayah Sumsel agar selalu berhati-hati dalam menginvestasikan dananya.
Maksudnya masyarakat jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima. Indikator ini terkuak dalam acara sosialisasi dan edukasi agar terhindar dari kerugian investasi ilegal.
Ketua Satgas Waspada Investasi wilayah Sumsel Panca Adi Suryanto Agar menjelaskan supaya terhindar dari investasi bodong, para pelaku usaha harus memahami beberapa hal. Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan, dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
Kemudian, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar. Serta, memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menjelaskan, para pelaku usaha untuk tidak mudah tergiur dengan tingginya keuntungan yang diperoleh, dari investasi yang belum diketahui legal formal dari investasi yang akan digelontorkan. Karena, bisa saja penawaran yang dilakukan hanya untuk menarik minat agar berinvestasi.
“Jangan mudah terkecoh dan melakukan investasi terhadap usaha tertentu, dengan keuntungan besar. Karena, bisa saja hal itu merupakan investasi bodong,” katanya, Rabu (17/7).
Senada dikatakan Wakil Bupati Mura Hj Suwarti, beberapa investasi bodong sudah pernah masuk ke wilayah Kabupaten Mura. Salah satunya Yayasan Amalilah yang sempat mewabah masyarakat pada awal tahun 2000.
Saat itu banyak masyarakat yang terkecoh, ada yang menjual kerbau, sapi, sawah hingga kebun untuk melakukan investasi, karena satu lembar investasi akan diganti jutaan rupiah. Namun, hingga 2019 Yayasan Amalilah tersebut belum diketahui kebenarannya.
Artinya ini merupakan problema lama kita, bagaimana investasi bodong pernah mewabah. Jadi, jangan terkecoh lagi. Dia meneruskan ia juga pernah ditelpon dan di SMS oleh oknum yang tidak dikenal, yang memberikan hadian satu unit mobil.
“Saya juga sempat di SMS dan di telpon, kalau dapat hadiah mobil. Tapi, karena sudah tau itu merupakan modus penipuan, maka saya suruh kasih ke orang lain saja. Ini merupakan salahs atu cara untuk mencegah penipuan yang akan mereka lakukan,” jelasnya.
Maka dari itu, dirinya menghimbau kepada UMKM dan koperasi serta masyarakat Kabupaten Mura untuk selalu waspada terhadap modus-modus penipuan, atau investasi bodong. Agar, tidak dirugikan dikemudian hari. (ain)











