Palembang, Sumselupdate.com – Petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Denpom II/IV Sriwijaya terus memburu Prada Deri Pramana (DP) yang diduga kuat terlibat pembunuhan secara mutilasi Vera Oktaria (21), warga Jalan KH Azhari, Lorong Indra Karya, RT 33, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.
Saat ini petugas mempersempit ruang gerak Prada DP yang enggan keluar dari persembunyiannya meski berbagai usaha persuasif telah dilakukan petugas.
“Kita sudah persempit ruang geraknya, dengan memantau kunjungannya ke sanak famili atau keluarganya, apalagi suasana lebaran. Anggota kepolisian dan anggota kita, Denpom, sudah koordinasi dengan keluarga DP, untuk segera memberikan informasi keberadaannya. Karena semua komunikasi sudah kita awasi dan anggota kita sudah ada yang menetap di lokasi-lokasi yang akan didatangi DP,” papar Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, Selasa (28/5/2019).
Menurut Pangdam, tim ini sudah mencari ke daerah-daerah yang kemungkinan dikunjungi DP. Namun hingga kini belum berhasil menemukan oknum TNI tersebut.
“Kemungkinan besar dia bersembunyi di tempat yang tidak terjangkau komunikasi. Ruang gerak DP sudah kita persempit, mungkin dia masih memilih ‘mendep’ karena kemungkinan untuk memiliki handphone sangatlah tidak mungkin, karena terawasi dari anggota kita,” tambahnya.
Irwan mengimbau agar DP segera menyerahkan diri dengan harapan proses hukum dapat berjalan dengan baik.
“Lebih baik serahkan diri, dengan itu proses hukum akan cepat selesai, sesuai dengan pasal yang dijerat,” ujarnya.
Prada DP sendiri adalah siswa tamtama Infantri Rindam II/Baturaja yang saat ini menempuh pendidikan lanjutan. Namun, DP kabur dari kesatuan sejak 4 Mei lalu.
“Saudara DP adalah siswa dari sekolah Tamtama Infantri Baturaja di Rindam II Sriwijaya. Tetapi yang bersangkutan ini sejak tanggal 4 Mei sudah disersi,” kata Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Darmawan
Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (10/5/2019), Vera Oktaria ditemukan tewas dimutilasi di sebuah penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Kondisi saat ditemukan berada di dalam kasur springbed mulai membusuk dan tangan dipotong.
Polisi pun menyebut korban berencana memutilasi korban dan memasukan ke dalam 2 koper. Diduga takut diketahui orang lain, rencana itu pun dibatalkan.
Tidak sampai di situ, selanjutnya pelaku merencanakan untuk membakar korban pakai timer obat nyamuk. Namun, obat nyamuk mati dan mayat pun membusuk. (tra)











