Prada DP yang Diduga Terlibat Dalam Kasus Tewasnya Vera Oktaria Mendapat Perhatian Khusus TNI

Minggu, 12 Mei 2019
Vera Oktaria semasa hidup.

Baturaja, Sumselupdate.com – Pelarian Prada DP dari tempat pendidikan di Dodiklatpur karena diduga terkait kasus pembunuhan seorang perempuan bernama Vera Oktaria (21), warga Jalan KH Azhari, Lorong Indra Karya, RT 33, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, direspon jajaran TNI AD.

Dandim 0403 OKU, Letkol ARM Agung Widodo ketika dikonfirmasi Sumselupdate.com, Minggu (12/5/2019), membenarkan sudah ada perintah pencarian DP yang merupakan pacar dari almarhumah Vera Oktaria. Perintah pencarian menurut dia sudah disebarluaskan.

Read More

“Kita sudah diperintahkan untuk mencari dulu DP ini. Karena yang bersangkutan ini sudah melanggar karena tidak hadir tanpa izin (THTI),” ucap Agung.

Melalui Babinsa, lanjut Agung, dia sudah memerintahkan untuk memantau di wilayah masing-masing.

Tidak hanya jajaran Kodim OKU termasuk jajaran kesatuan TNI lain seperti Sub Denpom OKU diminta ikut mencari DP.

“Perintah pencarian untuk mengantisipasi yang bersangkutan kembali ke OKU dari pelarian tempat pendidikan di Dodiklatpur,” tukas Agung.

Terpisah, Dan Dodiklatpur Rindam II/SWJ melalui Perwira Seksi Pengamanan (Pasipam) Dodiklatpur Rindam II/SWJ, Lettu Yanseri ketika dikonfirmasi di Mako Dodiklatpur Rindam II/SWJ di Kemelak, Kecamatan Baturaja Timur, membenarkan jika DP merupakan siswa yang masih menempuh pendidikan di Dodiklatpur.

“Yang bersangkutan lagi lari dari pendidikan. Tapi selama ini saat menempuh pendidikan dia tidak ada masalah. Orangnya baik,” ucap Yanseri.

Terkait informasi peristiwa di luar asrama, ditegaskan Yanseri bahwa pihaknya belum mengetahui.

Namun, kalau ada yang menyangkut DP, pihaknya yang dihubungi lebih dulu.

“Kami belum dapat informasi soal itu. Karena yang bersangkutan berpangkat menempuh pendidikan kejuruan infanteri,” tukas Yanseri.

Soal sanksi, lanjut Yanseri, bagi siswa yang lari dari pendidikan pasti ada. “Sanksi dobel sebagai siswa dan sebagai anggota TNI. Sanksi terberat bisa dipecat. Tapi sesuai tingkat kesalahan,” terang Yanseri.

Diungkapkan Yanseri, beberapa hari lalu orang tua yang bersangkutan sudah ke sini. “Kita informasikan supaya jangan sampai ada tanggapan negatif dari orang tua,” tandas Yanseri.

Sementara itu, Dan Sub Denpom II/4-4 Baturaja, Kapten CPM Gatot Udiyono dikonfirmasi mengaku, pihaknya terus memburu DP lantaran lari dari Dodiklatpur (Komando Pendidikan dan Latihan Tempur) sejak 4 Mei 2019.

“Upaya yang dilakukan dengan menyebar foto dan informasi ke instansi terkait dan keseluruh lapisan masyarkat di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dan sekitarnya,” ucap Udiyono.

Diterangkan Udiyono, pihaknya mencari DP yang merupakan Siswa Dikjur Tamtama Infanteri Ridam II/SWJ karena pergi atau meninggalkan Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dandodik Latpur) Rindam II/Swj di Baturaja tanpa izin.

“DP meninggalkan komando pendidikan dan latihan tempur sejak delapan hari lalu,” pungkas Udiyono.

Sebelumnya diberitakan, pengelola penginapan Sahabat Mulia mencium bau busuk menyengat dari dalam kamar No 06 Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba, Jumat (10/5).

Usai melapor ke kepolisian, aparat menemukan jenazah Vera Oktarina (21), warga Lorong Indah Karya, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.

Jenazah disembunyikan di dalam kasur springbed. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan tangan kanannya terpotong. (wid)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts