Muarabeliti, Sumselupdate.com – Belum dihibahkan ke Pemkab Mura sehingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Beliti masih menjadi aset pemerintah pusat. Sehingga Pemkab tidak berani menyentuh dan terkesan terbengkalai.
Bupati Mura H Hendra Gunawan mengakui, bagian depan RS Muara Beliti akan dikembangkan. Sedangkan bangunan yang di belakang dibangun memakai APBD Mura. Serta untuk saat ini aset pemerintah pusat ini sudah diserahkan ke Pemkab Mura.
Namun masih terkendala administrasi sebab harus dibuat satu persatu. Maksudnya secara administrasi harus dibuat satu blok, satu blok. Bukan dibuat secara keseluruhan.
“Saat ini administrasinya diperbaiki lagi. Sebab jangka waktu 10 tahun baru bisa dihibahkan. Kita tidak melihat masa lalu lagi, sekarang kalau memang sudah dihibahkan nanti mungkin dalam tahun ini selesai,” timpalnya.
Dia menambahkan, Gubernur Sumsel juga akan membantu untuk memberikan pendanaan membangun rumah sakit Muara Beliti.
“Alhamdulillah pak gubernur juga akan membantu kita untuk memberikan pendanaan untuk membangun rumah sakit ini lebih modern kedepan,” ungkapnya.
Untuk diketahui katanya bahwa RSUD Muara Beliti masih kelas D. Namun saat ini sudah bisa melayani masyarakat.
“Pembangunannya bertahap. Yang selama ini belum bisa sekarang sudah bekerjasama dengan jamkes. Sehingga masyarakat miskin juga sudah bisa berobat, mereka juga bisa nginap, kelas-kelasnya juga ada,” terangnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura, Mifta Hulummi menjelaskan saat ini rumah sakit beliti memang masih aset milik pemerintah pusat yakni Kemenkes.
“Saat ini dalam proses untuk penghibahan. Kami sudah mengusulkan untuk hibah dari kemenkes ke sini. Jadi sudah ditinjau kemenkes,” bebernya.
Ditanya mengenai rumah sakit sobirin di Lubuklinggai apakah akan dipindah ke Muara Beliti jika proses penghibahan selesai? “Kita kan dari APBD Provinsi kita mengusulkan itu sejumlah Rp350 miliar. Diantaranya Rp100 miliar untuk bangunan, Rp250 miliar untuk peralatan,” ungkapnya.
Kata dia, memang sepertinya Gubernur menghendaki untuk rumah saki rujukan bagian barat Sumsel ada di Mura. Serta Bupati Mura meminta untuk dikembangkan lebih dulu rumah sakit muara beliti.
Sementara itu Kepala RSUD Muara Beliti Kabupaten Mura, Reny Syartika mengatakan sejauh ini rumah sakit yang dipimpinnya sudah beroperasi yakni rawat jalan, rawat inap, UGD 24 jam dan OKA sudah mulai jalan.
Meski begitu untuk tenaga dokter pihaknya masih kerjasama dengan dokter dari luar.
“Kalau spesialis kita baru dua yang dokter tetap sini. Yang lainnya masih kerjasama dengan rumah sakit sobirin, siti aisyah. Yakni dokter anak sama dokter bedah,” timpalnya.
Diakuinya, memang untuk tenaga dokter masih sangat kurang. Seperti dokter penyakit dalam, kebidanan, anestesi. (ain)











