Palembang, sumselupdate.com – Sebanyak 250 pelaku Bekraf menghadiri event BISMA Goes to Get Member (BIGGER) di Hotel Honrizon Ultima Palembang. BISMA, (BEKRAF Infonnation System in Mobile Application), adalah platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui aplikasi (android/ios) dan website BISMA di https://bisma.bekraf.go.id.
Untuk mengikuti event ini, pelaku ekonomi kreatif di wilayah Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang cukup mendaftarkan diri dan bergabung dengan 37 ribu pelaku ekonomi kreatif lainnya yang saat ini telah terdaftar di database BISMA.
Acara dibuka oleh Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf Abdur Rohim Boy Berawi tersebut diharapkan akan mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dan 16 subsektor dengan BEKRAF untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menenerima saran seputar ekonomi kreatif sehingga dapat dihasilkan pemetaan akurat yang dapat membantu penyusunan kebijakan ekonomi kreatif dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif.
Selain itu pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan pendukungan oleh BEKRAF dalam mengembangkan usaha kreatif mereka.
Dari hasil survey khusus ekonomi kreatif BPS dan BEKRAF, di tahun 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi Kreatif tercatat 922,59 triliun rupiah, angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya.
Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kmatif sebanyak 8.203.826 usaha. Kegiatan BIGGER di Kota Palembang ini juga merupakan ajang berjenjang bagi para stakeholder ekonomi kreatif.
“Kota Palembang dengan total 47.261 pelaku ekonomi kreatif yang 5 subsektor terbesamya bergerak di subsektor kuliner sebanyak 34.090 usaha kreatif. subsektor fesyen 7.279 usaha kreatif, subsektor kriya dengan 3.936 usaha kreatif, subsektor penerbitan dengan 760 usaha kreatif dan subsektor fotograti dengan 330 usaha kreatif,” kata Boy.
Hal ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif bagi BEKRAF untuk berkoondinasi dan memfasilitasi terjadinya kolaborasi antar pelaku kreatif.
Selepas pembukaan, dilanjutkan dengan BEKRAF Session yang dihadiri oleh jajaran pejabat BEKRAF sebagai pembicara kunci yang hadir yaitu, Endah Wahyu Sulistianti (Deputi Hubungan Antar Wllayah dan Lembaga) dan Wawan Rusuwan (Direktur Riset dan Pengembangan).
BEKRAF Session adalah sesi konsultusi dimana pelaku kreatif dapat berinteraksi langsung dengan Pejabat di lingkungan BEKRAF dan berdiskusi seputar peran BEKRAF dan pengembangan ekonomi Indonesia.
Pada sesi ini juga dipaparkan program kerja dari tiap kedeputian yang hadir agar para paserta yang hadir mengetahui program program apa yang dimiiki oleh Bekraf sehingga dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha.
Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 25 April 2019 ini diisi oleh narasumber yang terdiri dari pelaku, asosiasi dan komunitas ekraf yang akan berbagi pengetahuan tentang inovasi sebagai penggerak dalam peningkatan perekonomian disektor ekononi kreatif.
Dilaksanakan juga sesi panel dengan materi sosialisasi aplikasi BISMA (BEKRAF lnfonnation System In Mobile Application) oleh Maman Rahmawan (Kasubdit informasi dan Pengolahan Data).
Acara dilanjutkan dengan sesi Permodalan dan Branding Produk Ekonomi Kreatif oleh Andhika Diskartes Inovasi serta diteruskan oleh sesi Meningkatkan Potensi Produk dengan Packaging yang baik oleh Sugeng Untung dan Foto Produk Menggunakann Kamera Smartphone oleh Ariana Octavia pada sesi terakhir adalah Pemanfaatan Sosial Media dan Pemasaran Digital oleh M Arif Rahman.
Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, atsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video. fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan. seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio. (adi)











