Muarabeliti, Sumselupdate.com – Untuk mengantisipasi jangan sampai banyak petugas yang sakit selama mengikuti proses pleno. KPU Mura berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat melakukan pengecekan kesehatan petugas penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan. Lantaran petugas sakit karena faktor kelelahan tercatat sudah sebanyak 19 petugas.
Ketua KPU Mura Anasta Tias mengakui bahwa proses rapat pleno di tingkat PPK yang dilakukan secara maraton memerlukan waktu cukup padat. Sehingga cukup banyak menguras energi dan tenaga.
Tak sedikit para petugas penyelenggara ditingkat kecamatan baik PPK, Panwascam dan saksi-saksi mengalami sakit karena faktor kelelahan. “Petugas di beberapa kecamatan seperti Selangit dan STL Ulu Terawas sudah dilakukan cek kesehatan. Sesuai instruksi bupati membackup, membantu mengecek kesehatan,” ujarnya.
Dikatakannya berdasarkan data KPU Mura, sudah ada 19 orang yang sakit akibat kelelahan selama proses pemilu berjalan. Ke 19 orang itu satu orang petugas PPK, lalu di Purwodadi 12 petugas KPPS, Muara Kelingi 3 petugas KPPS, Selangit dua petugas KPPS dan satu petugas KPPS di Muara Kati.
Sementara itu mengenai pelaksanaan jalannya pleno tingkat PPK dari 14 kecamatan di Kabupaten Mura, hingga Rabu (24/4) ada tiga PPK yang sudah selesai yakni Purwodadi, Sukakarya dan Tuah Negeri. “Insya Allah, kemarin informasi yang kami dapat dari teman-teman PPK Megang Sakti,” katanya.
Ditempat yang sama Komisioner Bawaslu Mura Khairul Anwar mengatakan, sejauh ini ada laporan masuk terkait perhitungan suara di Dapil 3, yakni Kecamatan STL Ulu Terawas. Setelah pihaknya membuat kajian awal, laporan tersebut dilimpahkan ke Panwascam untuk menindaklanjuti terhadap keberatan dari caleg.
Caleg tersebut menurutnya merasa keberatan karena ada dugaan indikasi penggelembungan suara. Namun tetap akan diklarifikasi ke pengawas TPS.
“Kita urai, kita panggil pengawas ditingkat TPS. Ada tidak perbuatan itu. Ada tidak kejadian khusus yang disampaikan oleh para saksi. Ini kan setiap TPS pasti ada saksi. Ada tidak keberatan dari saksi-saksi itu,” timpalnya. (ain)











