Menkes Sebut Jumlah Petugas Penyelenggara Pemilu 2024 yang Meninggal 84 Orang

Writer: - Selasa, 20 Februari 2024
Anggota KPPS melakukan penghitungan surat suara Pemilu serentak 2019 susulan di TPS 242, Pondok Ungu Permai, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/4/2019). KPU Kota Bekasi melaksanakan pemungutan suara susulan untuk pemilihan Calon Anggota Legislatif DPRD Jawa Barat dan DPD di lima TPS pada Minggu (21/4/2019)/ ANTARA FOTO

Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan total 84 petugas penyelenggara Pemilu 2024 yang meninggal dunia. Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan Pemilu 2019.

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan turut berdukacita atas wafatnya petugas pemilu dan kami doakan semoga para almarhum ini diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya,” ujar dalam konferensi pers di gedung Kemenkes, Jakarta, Senin (19/2/2024) sore.

Read More

Budi mengungkapkan, jumlah petugas yang meninggal dunia mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. Walau begitu, dia menyebut satu nyawa saja sudah terlalu banyak.

“Walaupun jumlah yang meninggal dibandingkan Pemilu 2019, yang di atas 500-an, sekarang kan turun jauh. Tadi Pak KPU (Hasyim Asy’ari) angkanya 71 untuk yang tanggal 14 sampai 18 (Februari), dari Bawaslu ada tambahan 13 orang. Jadi totalnya ada 84 yang meninggal sampai sekarang,” bebernya.

Adapun jumlah petugas yang meninggal dunia sekitar 16 persen jika dibandingkan dengan pemilu lima tahun lalu.

Baca Juga: Waduh, Selama Pemilu 2024, 23 Anggota KPPS Meninggal dan 3.909 Sakit

Atas kejadian ini, pemerintah berpikir untuk terus memperbaiki agar tidak ada lagi ada nyawa yang berguguran.

“Yang sudah dilakukan tahun ini, kita terima kasih kepada Pak Ghufron (Dirut BPJS) kita sudah skrining. Jadi tugas kita adalah jangan keburu sakit, kalau bisa bekerja ini sudah sehat duluan. Kondisinya masih sehat, tugas kita ingin menjaga sehat,” tutur Budi.

Skrining sudah dilakukan pada 6,8 juta petugas Pemilu. Didapatkan hasil 6,4 juta sehat, 400.000 lainnya berisiko tinggi. “Nah ini yang banyak masih lolos. Risiko tingginya itu paling banyak hipertensi,” ungkapnya.

Baca Juga: Keluarga Anggota KPPS Meninggal Bisa Ngadu ke Sini

Budi mengimbau masyarakat menjaga asupan makanan, termasuk mengatur kadar garam, gula, dan lemak dalam tubuh. Pemakaian rokok juga diupayakan agar berkurang.

“Paling tinggi hipertensi, yang kedua jantung, 26 persen waktu diskrining sama Pak BPJS. Itu dua yang paling besar. Isunya kemarin adalah, sudah diskrining, sudah ketahuan mana yang sehat mana yang enggak sehat cuman sudah keburu kedaftar,” jelasnya.

“Jadi kita kan ingin melakukan penyempurnaan, sebabnya dilakukan skrining sehingga turun 80 persen lebih, tetapi ke depannya kan 2029 kita ingin kalau bisa nol yang wafat,” tambahnya. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts