Baturaja, Sumselupdate.com – Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setiap desa di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) beberapa hari belakangan sudah mulai terbentuk.
Namun, beredar isu jika petugas KPPS banyak mengundurkan diri lantaran beratnya tugas yang diemban saat Pemilu nanti, sementara isu lain dikalangan PPK dan KPPS jika KPU setempat akan melakukan bimtek serentak yang diambil alih KPU OKU.
Hal itu dibenarkan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Peninjauan Rudi Hartono saat melantik petugas KPPS di wilayah tersebut, pada Sabtu (30/3).
Menurutnya, KPPS sebagai ujung tombak Pemilu, harus bisa menjalankan tugas dengan baik di tiap TPS. Apalagi tugas KPPS pada pemilu ini dinilai cukup berat, dibanding sebelumnya.
Akan tetapi ia menilai wacana KPU OKU melakukan bimtek bagi KPPS secara serentak tidak akan efektif. Sebab banyak yang akan dijelaskan dan dipahami oleh KPPS.
“Kalau teknisnya dari KPU bahwa KPPS ini akan mengikuti bimtek jadi satu se-OKU. Menurut kami itu tidak akan efektif, terlebih lagi semua KPPS ini harus datang ke kabupaten,” ucapnya.
“Mereka berharap bahwasanya di dalam bimtek pemungutan dan penghitungan suara pemilu nanti bisa dilaksanakan setiap desa agar apa yang disampaikan pemateri bisa diserap dengan mudah, terutama masalah teknis. Kita sama tahu ini pertama kali pemilu serentak,” tegas Rudi Hartono, Minggu (31/3/2019).
PPK sebagai penyambung lidah KPPS sudah banyak mendapat keluhan terkait hal itu, bahkan jelas Rudi ada beberapa KPPS diwilayah kerjanya mengundurkan diri lantaran mendengar hal itu.
“Jadi kami harap KPU OKU bisa memberikan bimtek per desa sehingga KPPS bisa menjalankan tugas dengan Baik. Yakin lah jika dilaksanakan serentak akan ada masalah baru saat pemilu nanti,” ucap Rudi.
Dirinya menjelaskan, di Kecamatan Peninjauan sendiri ada 102 Ketua KPPS yang telah dilantik yang tersebar di 16 desa dan jika memang dilaksanakan serentak, ia mengaku tidak akan ikut.
Sementara itu Ketua KPU OKU Naning Wijaya saat dihubungi portal ini mengaku jika bimtek memang ada yang dilakukan serentak, namun itu dilakukan secara berjenjang bukan hanya satu kali.
“Jadi serentak itu maksudnya dilakukan di tiap PPK, ada juga di KPPS. Untuk yang serentak itu kita bagi per titik, misal dipusatkan di Kecamatan Baturaja Timur itu bimtek simulasi, tujuannya agar diserap dengan baik oleh KPPS,” ucap Naning.
Mengenai adanya isu banyaknya KPPS yang mengundurkan diri, Naning tak menampik, namun itu disebabkan berbagai faktor. “Jadi bukan disebabkan isu itu,” terangnya. (wid)











