Hendra/Ahsan Satu-satunya Wakil Indonesia Lolos di Final All England 2019

Minggu, 10 Maret 2019
Hendra Setiawan/Mohamamd Ahsan menjadi satu-satunya asa Indonesia di final All England 2019. (Andrew Boyers/Reuters)

Jakarta, Sumselupdate.com – Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final All England 2019. Sektor lain membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi jawara.

Hendra/Ahsan berebut gelar juara dengan pasangan muda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di Arena Birmingham, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Laga itu menjadi peluang Hendra/Ahsan untuk mengulang sukses di All England 2014.

Read More

Selain itu, ganda putra membuka kans untuk mencetak gelar juara tiga kali beruntun. Dua edisi sebelumnya, predikat kampiun dipersembahkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Tapi, catatan kurang sip dibuat oleh wakil-wakil Indonesia di sektor lain. Nomor lain harus menunggu lebih lama untuk juara.

 Berikut rangkuman detikSport menjelang final All Englang 2019:

40 – Ganda putri paceklik juara selama 40 tahun. Kali terakhir juara ganda putri dibuat oleh Imelda Wiguna/Verawaty Fajrin.

2 – Imelda Wiguna/Verawaty Fajrin menjadi ganda putri kedua Indonesia yang menjadi juara All England. Gelar juara ganda putri lain dibuat oleh Minarni/Retno Kustiyah pada pada 1968.

25 – Tunggal putra dan tunggal putri puasa gelar selama 25 tahun sejak Haryanto Arbi dan Susy Susanti menjadi jawara di tahun 1994.

15 – Sejauh ini, Indonesia meraih 15 gelar juara dari nomor tunggal putra dari lima pemain; Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, Ardy B. Wiranata, Haryanto Arbi).

1 – Susy Susanti masih menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang pernah menjadi juara All England (4 kali juara: 1990, 1991, 1993, 1994).

3 – Indonesia gagal juara ganda campuran All England tiga tahun terakhir. Sejauh ini cuma ada tiga pasang ganda campuran Merah Putih yang bisa menjadi kampiun di All England, yakni Christian Hadinata/Imelda Wiguna (1979), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2012, 2013, 2014), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (2016). (hyd)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts