Kabur dari LP Pakjo Sejak 2017 Lalu, Okta Kembali Ditangkap Polisi

Jumat, 22 Februari 2019
Ilustrasi ditangkap

Palembang, Sumselupdate.com – Masih ingat kasus kaburnya 17 tahanan dan narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Pakjo Palembang, pada 21 Mei 2017 silam dengan cara menggergaji teralis dan melompat pagar.

Okta Azizi Pasaribu (32) warga Jalan Mawar, Kenten Laiut, Talang Kelapa Palembang yang merupakan warga binaan ke 14 dari 17 warga binaan yang kabur sudah berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek IT I di seputaran RM Pagi Sore Jalan KH Azhari, Jumat (22/2/2019).

Read More

Kapolsek IT I Kompol Edi Rachmad membenarkan pihaknya telah mengamankan napi yang kabur tersebut. Setelah dimankan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak Lapas.

Saat ini pelaku sudah dilimpahkan ke Lapas untuk kembali di tahan. “Proses selanjutnya sepenuhnya dari Lapas karena pelaku merupakan napi yang kabur, saat diamankan kita tidak menemukan tindak pidana lain,” terangnya.

Terpisah, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Pakjo Palembang Mardan mengapresiasi kinerja aparat kepolisian  telah mengamankan warga binaan yang kabur sejak 2017 lalu. “Kini warga binaan tersebut sudah kembali ke tahanan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kaburnya tahanan bermula saat penghuni Blok E9 kasus narkoba sebanyak 28 orang menggelar pertemuan yang dipimpin Narsum Jefri alias Ujang (residivis narkoba) membahas rencana melarikan diri.

Dalam pertemuan itu, Ujang melemparkan gagasan untuk memotong teralis kamar mandi Blok E9 dengan gergaji besi. Dikabarkan, gergaji itu telah diselundupkan keluarga napi Firli sebelumnya.

Namun, dari ide kabur itu hanya 17 napi yang bersedia untuk ikut, sementara sisanya menolak karena masa tahanan kurang lebih tinggal setahun lagi. Mendengar ada penolakan, Ujang memutuskan tidak boleh melapor ke petugas dan penghuni rutan lain.

Alhasil, rencana itu tertutup rapat dan menjadi rahasia 28 napi pimpinan Ujang. Melihat tidak ada gejolak, Ujang mengeksekusi rencana kabur. Ujang menyuruh napi lain, yakni Okta, Udin, dan Firli untuk memotong teralis.

Pemotongan berlangsung beberapa hari pada saat malam hingga 12 terali berhasil terpotong, pada 25 Mei 2017 malam. Selang beberapa jam kemudian atau keesokan harinya Ujang memimpin 16 napi kabur melalui teralis yang sudah dipotong. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts