Martapura, Sumselupdate.com – Setiap awal tahun khususnya pada musim penghujan biasanya banyak terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan setiap tahunnya, kasus DBD di Kabupaten OKU Timur cenderung meningkat.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan OKU Timur pada tahun ini tercatat ada 32 kasus positif DBD, namun semuanya sudah ditangani dan dirawat di Rumah Sakit.
Kepala Dinkes OKU Timur, Zainal Abidin mengatakan, untuk menekan kasus DBD, peran serta masyarakat sangat diperlukan. Untuk itu sesuai instruksi Bupati H Kholid Mawardi untuk memerintahkan semua Puskesmas untuk mengajak masyarakat melakukan bersih-bersih memberantas sarang nyamuk DBD. Serta pihak sekolah juga diajak untuk mengerahkan siswanya melakukan bersih bersih dilingkungan sekolah masing-masing.
“Kita sudah gotong royong melakukan bersih desa semuanya sudah turun bersama warga lalukan pembersihan lingkungan desa. Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah,” tutur Zainal Abidin.
Zainal mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisalisasi mengenai gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) kepada masyarakat karena program tersebut dirasa sangat efektif dalam mencegah adanya DBD.
“Daripada fogging lebih baik sama-sama melakukan PSN yang dimulai dari lingkungan sendiri, program PSN dengan cara 3M Plus perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya pada musim penghujan seperti ini,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini masyarakat masih pasif dalam melakukan PSN dan masih bergantung pada Kader Kesehatan Desa.
“Kami juga terus sosialisasikan gerakan satu rumah satu jumantik dengan tujuan mengajak semua warga untuk menjaga lingkungannya sendiri, dan menjadi Kader di rumah masing-masing,” pungkasnya. (mat)











