Baturaja, Sumselupdate.com – Seorang bayi setelah selesai persalinan di RSUD Ibnu Sutowo tak bia ikut pulang dengan orangtuanya. Lantaran orangtua bayi tersebut belum membayar biaya persalinan. Sehingga pihak rumah sakit belum mengizinkan pihak keluarga membawa pulang bayi tersebut.
Diketahui sudah tiga hari bayi itu berada di rumah sakit. Lantaran orangtua bayi, Reni Novita Sari (20) warga Dusun IV Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan ini tak memiliki biaya selepas persalinan.
Reni tidak bisa membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp6.300.000 dan akan terus naik mengingat setiap harinya selama bayi tersebut masih di RSUD Ibnu Sutowo.
Menurut Reni dirinya terpaksa menjalani persalinan di RSUD Ibnu Sutowo lantaran bayi yang dikandung nya sudah terminum air ketuban serta pihak Puskesmas tidak bisa mengambil tindakan lagi.
“Jadi berangkatlah aku ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit ditanya pakai KK, KTP atau BPJS, kami jawab kalau tidak ada semua,” kata Reni, Kamis (20/12/2018)
Kemudian kata Reni pihak rumah sakit menyodorkan berkas untuk ditandatangani dilakukan perawatan umum atau tidak ada jaminan. “Kami berpikir bagaimanan menyelamatkan bayi kami, akhirnya berkas itu ditandatangani laki aku,” kata Reni.
Kemudian, karena anaknya mengalami gangguan medis yang harus dilakukan perawatan intensif, akhirnya anak Reni ditempatkan di ruangan perawatan anak Kebidanan RSUD Ibnu Sutowo. Empat hari kemudian saat dinyatakan boleh pulang, ia kaget setelah mendengar biaya tagihan sebesar Rp6 juta lebih.
“Laki aku cuma begawe serabutan, yang sehari itu belum tentu dapat duet Rp30 ribu. Akhirnyo bibik ngadep kepala rumah sakit untuk minta keringanan. Tapi pihak rumah sakit cuma biso bantu Rp700 ribu dan sisonyo kami masih tetap harus bayar,” paparnya.
Dirinya berharap agar dirinya bisa pulang ke rumahnya dengan anaknya. “Saya ingin minta bantuan ke siapa lagi? Saya ingin pulang membawa anak saya ke rumah,” pungkas Reni yang masih terlihat lemas pasca persalinan beberapa waktu lalu.
Sementara itu Turipno, Humas RSUD Ibnu Sutowo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kejadian tersebut, sehingga ia belum bisa berkomentar banyak terkait ditahannya seorang bayi karena belum bisa membayar biaya rumah sakit.
“Saya belum mendapat informasi, saya takut salah kalau buat pernyataan. Tapi yang jelas ada 3 opsi dalam hal ini. Orangtua bayi membuat pernyataan kapan bisa membayar dengan penjaminnya. Kemudian ibu bayi mendatangi Dinas Sosial dan BAZNAS meminta jalan keluar,” kataTuripno.
Saat ditanya apakah biaya bayi tersebut akan bertambah mengingat bayi tersebut belum bisa diambil orang tuanya? Turipno menjelaskan semua sudah sesuai aturan dan jelas biaya akan terus bertambah setiap harinya, karena pelayanan yang digunakan bayi tersebut seperti kamar dan lain-lain akan terus dihitung. (wid)











