Sekayu, Sumselupdate.com – Anjloknya harga karet di tingkat petani membuat keprihatinan bagi Bupati Muba Dodi Reza Alex, tak ingin kondisi itu berlarut dan membuat keterpurukan bagi petani karet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya menerapkan pembangunan jalan aspal berbahan karet yang pertama kali diterapkan di Indonesia dan dimulai di Desa Mulyorejo B4, Kecamatan Sungai Lilin.
“Untuk tahap pertama ini kita bangun aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan dengan panjang jalan 465 meter,” ucap Dodi, Kamis (11/10) di sela peluncuran pembangunan aspal hotmix menggunakan campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT) di Desa B4 Mulyorejo, Kecamatan Sungai Lilin.
Dijelaskan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet itu menggunakan teknologi pembangunan aspal hotmix menggunakan campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT).
“Ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet dan di Muba kita menggunakan teknologi SKAT, implementasi ini pertama di Indonesia,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk tahap awal pembangunan aspal berbahan campuran karet di Muba tersebut di sepanjang jalan 465 meter mampu menyerap 8,49 ton karet alam milik petani rakyat di Muba.
“Ini sangat efektif dan membuktikan kalau implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet akan mendongkrak harga karet di kalangan petani khususnya di bumi Serasan Sekate ini,” terangnya.
Dodi menyebutkan, serapan karet petani rakyat di Muba mencapai 1,6 ton pertahun sedangkan untuk pembangunan jalan berbahan campuran karet di jalan sepanjang 465 meter saja sudah menyerap 8,9 ton.
“Nah, implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini sangat nyata ke depannya akan sangat membantu perekonomian petani karet di Muba,” kata Dodi.
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel ini juga menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan APBD 2018 dan menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. “Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR Deded Permadi Sjamsudin mengatakan, upaya Pemkab Muba dibawah komando Bupati Dodi Reza Alex mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat Kabupaten.
“Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba dalam mengimplementasikan ini, kami harapkan akan terus berkembang dan perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba nantinya akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam,” tuturnya.
Deded menjelaskan, untuk implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam dalam metodenya bisa menggunakan tiga metode yakni diantaranya pembangunan jalan aspal berbasis Latex, pembangunan jalan aspal berbasis karet padat, dan pembangunan jalan aspal berbasis SKAT.
“Untuk di Muba ini menjadi pertama kali di Indonesia yang menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbasis SKAT,” ungkap Deded.
Dirinya berharap, bagi daerah-daerah lain untuk mencontoh Kabupaten Muba dalam melakukan terobosan dan inovasi perbaikan ataupun pembangunan jalan daerah. “Kami berharap daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Muba, terutama bagi daerah-daerah penghasil karet alam,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Edy Sutopo, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, Kejari Sekayu Maskur, dan Ketua Pengadilan Agama Sekayu. (est)











