Warga Talang Banan Pagaralam Harapkan Pembangunan Jalan

Kondisi jalan menuju Talang Banan, Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam

Laporan Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com — Sungguh miris kondisi jalan menuju Talang Banan Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam. Jalan yang telah ada sejak puluhan tahun ini kondisinya masih berupa tanah dan belum mendapat pembangunan layak dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

Alhasil, saat musim penghujan kondisi jalan berlumpur mirip kubangan kerbau dan berdebu saat musim kemarau. Padahal jalan ini merupakan akses keluar masuk 36 Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah tersebut serta jalan akses pertanian.

Informasi yang dihimpun Sumselupdate.com, Minggu (3/1/2021) menyebutkan, selian menjadi jalan akses warga, jalur ini juga menjadi jalur keluar masuk hasil pertanian dikawasan tersebut. Bahkan menurut warga ada sekitar ribuan hektar lahan pertanian produktid baik itu tanaman kopi dan sayuran.

Ketua RT 09 RW 02 Desa Talang Banan, Jumanto mengatakan, jika sudah puluhan tahun warga Desa Talang Banan mengidamkan jalan aspal. Pasalnya sejak tahun 2004 Desa ini sudah menjadi bagian dari RW 02 dan menjadi RT 09, namun jalan belum juga dibangun.

“Kami sebenarnya sudah ada disini sejak tahun 1970 an sudah bermukim. Namun ditetapkan menjadi RT pada tahun 2004. Akan tetapi sampai saat ini jalan kami belum dibangunkan jalan, padahal akses jalannya sudah ada,” ujarnya.

 

Bukan saja warga sekitar yang sangat mengharapkan pembangunan jalan yang layak. Namun ribuan pemilik lahan perkebunan dan pertanian dikawasan tersebut juga sangat mengharapkan jalan yang bisa dilalui semua kendaraan.

“Kami sudah sangat rindu dengan jalan aspal pak. Sebab kami selalu dijanjikan namun tidak pernah terealisasi bangunan jalannya sampai saat ini,” katanya.

Diceritakan, Helen warga yang sama bahwa saat musim penghujan anak-anak sekolah kadang harus membawa baju ganti saat hendak kesekolah. Pasalnya jika tidak maka baju sekolah akan kotor saat sampai kesekolah.

“Kadang ada anak-anak kami yang terpaksa pulang kerumah dan tidak sekolah karena saat diperjalanan motor yang dikendaraai terjatuh dan baju sekolah kotor terkena lumpur,” ceritanya.

Warga berharap agar jalan mereka segera dibangun, karena tidak ada alasan lagi jalan ini tidak dibangun karena merupakan kawasan pertanian.

“Jika berdasarkan program pemerintah Pagaralam yang akan memajukan sektor pertanian maka jalan kami ini merupakan daerah pertanian yang sangat produktif dan menjadi salah satu penghasil kopi dan sayur di Pagaralam,” tegasnya.

Data yang dihimpun, yaitu panjang jalan sekitar 2 kilometer yang perlu dibangun. Lahan pertanian yang ada sekitar 1.000 hektar dan warga yang tinggal dilokasi sebanyak 36 KK.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.