Muaraenim, Sumselupdate.com – Untuk memutus penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muaraenim terus bersinergi dengan institusi pendidikan. Kali ini, sebanyak 40 orang guru SMP dan SMA direkrut BNNK Muaraenim untuk menjadi relawan anti narkoba.
“Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyikapi peredaran narkoba yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Salah satunya dengan mengajak peran serta guru BK, agama dan olahraga tingkat SMP serta SMA,” ujar Kepala BNNK Muaraenim Ika Wahyu Hindaryati, saat membuka kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba kepada institusi pendidikan di Ruang Rapat Pangripta Sriwijaya Bappeda Muaraenim, Rabu (21/3/2018).
Dijelaskan Ika, dipilihnya guru-guru sebagai relawan anti narkoba karena guru mempunyai peran penting dalam penanggulangan narkoba di kalangan pelajar. “Guru juga bisa menjadi media sekaligus pelopor pemberantas narkoba dan rokok melalui sosialisasi yang bisa diberikan di sela-sela pemberian materi pelajaran sekolah,” tambahnya.
Para pendidik selain bisa memberikan sosialisasi, lanjutnya, juga diminta membuat program kebijakan bertujuan menjauhkan para murid dari bahaya narkoba. Selain itu, para guru juga harus mengawasi dan melaporkan para murid mereka yang memiliki tanda-tanda pencandu.
“Guru pun bisa mengajak murid yang menjadi sudah terlanjur menjadi pengguna narkoba supaya mendapat rehalibitasi di klinik pratama BNNK Muaraenim. Para pencandu bisa mendapat layanan rawat jalan, kami menerima pasien pelajar dan masyarakat umum,” lanjutnya.
Ika juga mengatakan, selama menjalani perwatan di klinik BNNK, pecandu tidak dikenakan biaya. “Perlu diingat selain biaya gratis, para pasien yang dirawat dijamin tidak dipenjara. Jadi tidak perlu takut,” pungkasnya. (azw/rel)











