Muarabeliti, Sumselupdate.com – Pemotongan anggaran (efisiensi) dari Pemerintah Pusat sudah diprediksi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura).
Kendati berdampak pada skala prioritas pembangunan, Pemkab Mura tetap mendukung apa yang dilakukan Pemerintah Pusat. Apalagi anggaran Pemkab Mura hampir semua dari Pemerintah Pusat.
Bupati Musi Rawas (Mura), Ir H Hendra Gunawan, menegaskan bahwa Indonesia merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, apa yang diputuskan Pemerintah, maka Daerah harus mengikutinya.
“Kalau keputusan itu ditransfer ke daerah, suka tidak suka, harus diikuti,” terangnya.
Karena anggaran Pemda kebanyakan ditransfer dari pusat, makanya keputusan itu disosialisasikan kepada stake holder, dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD).
”Semuanya dari pusat dari target. Penerimaan di luar perencanaan. APBD Mura hampir semuanya dari pusat,” jelasnya.
Sementara asli pendapatan Pemda Mura hanya Rp 100 M. Kalau uangnya tidak dibantu pemerintah pusat, sudah tentu akan berdampak.
Dia menegaskan, kalau bicara menganggu atau tidak, sudah jelas terganggu dan memang harus terganggu. Kendati terganggu, sudah dari awal diantisipasinya dengan mengefisienkan anggaran.
“Kita sudah antisipasi. Sudah himbau yang tidak prioritas jangan dianggarkan,” tegasnya.
Orang nomor satu di Pemkab Mura ini menambahkan, sebenarnya permasalahan pemotongan anggaran ini sudah diprediksi sejak awal. SKPD pun sudah memahaminya. Tapi bagi yang tidak memahami, banyak juga yang mengeluh.
“Terus terang sudah diprediksi. Makanya SKPD banyak yang sudah memahami. Sedangkan yang tidak memahami banyak yang mengeluh,” paparnya. (Ain)











