PALI, Sumselupdate.com – Pasangan calon Gubernur Sumsel Herman Deru – Mawardi Yahya (HD – MY) meresmikan posko pemenangan di Talang Subur Ujung, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Senin (26/2/2018).
Dalam kesempatan ini, Herman Deru mengklaim jika hasil survey sementara menyatakan pasangannya unggul jauh dari para rival dengan persentase di angka 41%. “Oleh karena itulah, kalau Pilkada Sumsel dilaksanakan hari ini, menang kito,” ucapnya.
“Karena hasil survey menyatakan HD-MY 41%, Dodi-Giri 21%, Ishak-Yudha 17% dan Aswari-Irwansyah 9%. Namun itu jangan buat kita menjadi sombong dan jumawa. Jangan pernah berhenti mendulang suara. Apalah guna survey besar, jika hasil akhir kita kalah,” terangnya ketika berbicara di hadapan puluhan tim, relawan dan simpatisan.
Dari hasil survey itu pula, ada sekitar 11 % suara yang belum menentukan sikap. “Ini yang harus kita rebut juga. Karena, satu suara saja sangat menentukan dalam setiap pemilihan,” tandasnya.
Tak hanya meresmikan posko pemenangan, pasangan ini juga mendatangi Pasar Inpres Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Namun kekecewaan datang dari salah satu pedagang buah duku di pasar itu.
Pedagang ini mengaku kecewa karena sang calon gubernur hanya membeli buah duku barang dagangannya satu kilogram (kg). Sementara, baik dari tim yang mengiring sang calon dan calon itu sendiri menyicip barang dagangannya itu sudah hampir satu kilogram.
“Ao, cuma beli sekilo. Yang nyicip banyak. Rugi itu idak, cuma dak kade sekelas calon gubernur beli buah duku cuma sekilo. Awak tim yang ngiringnye banyak,” keluh wanita yang kesehariannya berdagang buah itu.
Selepas itu, dirinya beserta rombongan bertolak ke Desa Talang Akar, berkunjung ke salah satu pondok pesantren yang ada di desa tersebut. Herman Deru dalam sambutannya meminta agar posko tidak seperti rumah hantu. Selain itu, dirinya juga meminta agar posko tidak hanya maen gap, main catur atau ngopi semata. “Harusnya, setelah keluar dari posko, kita langsung bergerak bagaimana mencari suara sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.
Ditambahkannya, ketika dirinya terpilih menjadi gubernur Sumsel mendatang dirinya bakal membangun sebuah pabrik ban di seputaran wilayah Tanjung Api-Api kabupaten Banyuasin. “Dengan begitu, harga komoditi karet bisa merangkak naik. Apalagi kan di PALI mayoritas petani karet. Jadi idealnya harga karet satu kg itu sebesar satu dollar Singapura atau berkisar Rp 10.000,00,” ujarnya. (adj)











