PALI, Sumselupdate.com – Kondisi di wilayah kerja PT Energate Prima Indonesia (EPI), hingga kini masih kondusif, pasca-kisruh warga dengan PT Energate Prima Indonesia (EPI) yang terletak di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI dan perbatasan dengan Desa Penandingan, Kabupaten Banyuasin.
Kapolres Muaraenim, AKBP Leo Andi Gunawan, SIK, mengaku semua kondusif dan saat masih dalam negosiasi dengan warga terkait pemicu kisruh yakni persoalan ganti rugi lahan.
“Sekarang dari mereka sedang negosiasi dipimpin oleh Kabag Ops, tapi sampai saat ini aman berjalan lancar mudah-mudahan ketemu titik temunya, karena sebenarnya konflik antara penerima ganti rugi dengan keluarganya, jadi bukan dengan perusahaanya,” kata AKBP Leo Andi Gunawan, ketika diwawancarai sejumlah awak media di Rumah Makan Nusantara, saat berdiskusi dengan sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumsel, belum lama ini.
Disinggung, berapa jumlah petugas polisi diturunkan dalam pengaman PT EPI. Leo menyebut pihaknya hanya menurunkan Polsek rayon di PALI.
Sementara terkait adanya sejumlah tenaga asing yang bekerja di PT EPI apakah ada pengaman ekstra pasca kisruh dengan warga, dia menyebut pengawasan kembali ke pihak imigrasi dan semua diamankan.
“Nah itu pengawasan ke imigrasi dan pihak kita, dokumen ke imigrasian kita dapat informasi pemantaunya seperti itu, buat polisi semua diamankan, tidak ada ekstra tetapi mereka perlakuan khusus ketika terjadi apa-apa dengan tenaga asing, kita komunikasi dulu dengan kedutaan tapi perlakuan sama,” katanya.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil PALI Asgianto mengatakan tidak banyak berkomentar karena takut salah dan belum tahu persis permasalahannya.
“Takut komentar takut salah, yang penting PALI ini, ada Pak Leo, PALI ini insyallah kondusif jadi prioritas, jadi perhatian khusus dari beliau dan serahkan kepada pihak berwenang, yakin institusi kita baik Polri maupun TNI bisa menyelesaikan itu baik dan bijak,” jelas Ketua DPC Partai Gerindra Muara Enim ini. (adj)











