Dipasang sejak menit pertama, baik Beto dan Bayu tampil cukup padu. Disokong lini tengah seperti Firman Utina Asri Akbar dan Hapit Ibrahim, kian menambah dominasi penguasan bola di lini tengah.
Selama ini, di dua laga turnamen yang diikuti oleh Laskar Wong Kito yakni Piala Presiden dan Sudirman Cup lini depan SFC selalu tumpul. Penyelesaian akhir, selalu menjadi kendala hingga akhir musim.
Terakhir Osas Saha, yang diharapkan tidak bisa berfungsi sesuai harapan, lalu didepak dari barisan tim musim 2016. Beto menjadi harapan baru, untuk memecahkan kebuntuhan tim di turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur tanggal 6 Februari mendatang.
“Kita senang sekarang ada Beto. Karena dia golgater yang menjadi mesin tempur kita di laga selanjutnya. Kalau dilihat dari penampilan selama bergabung ia memiliki ketajaman,” kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan.
Menurut mantan asisten Kas Hartadi ini, Beto memiliki jelajah ruang yang sangat tinggi. Ia juga mampu menempatkan posisi dalam pengambilan ruang tembak agar bisa melesatkan si kulit bundar ke ruang kosong di sudut gawang.
“Dari satu jam permainan uji coba kemarin Beto bisa mencetak tiga gol. Walaupun lawan kita tidak seimbang. Secara keseluruhan Beto memiliki gaya permainan sesuai harapan kami. Ia tipe striker murni,” tuturnya. (Dek)











