Palembang, Sumselupdate.com –Padamnya aliran listrik PLN pada Rabu (29/6) sore, usai berbuka puasa hingga pukul 20.30, dikeluhkan sebagian besar masyarakat Kota Palembang.
Padamnya aliran listrik terutama di kawasan Bukit Kecil dan Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, membuat aktivitas shalat tarawih dan witir terganggu.
Pasalnya, suasana di dalam masjid menjadi panas lantaran mesin genset yang dihidupkan pengurus masjid tak mampu meng-cover air conditioner (AC) bisa menyala.
Tak pelak, jamaah masjid gerah kepanasan lantaran kipas angin yang dihidupkan di berbagai sudut bangunan, tak mampu mendinginkan ruangan.
Rasa gerah ini dirasakan puluhan jamaah di Masjid Baitul Majid di Jalan Kartini No 1, Talang Semut, Bukit Kecil, Kota Palembang.
Sumselupdate.com yang ikut shalat tarawih merasakan ruangan masjid cukup panas. Terlebih lagi, mesin genset beberapa kali hidup mati.
“Seharusnya PLN ini tidak mematikan aliran listrik saat umat muslim lagi menjalani ibadah puasa terutama pada malam hari, karena di bulan Ramadhan ini aktifitas keagamaan lagi digalakkan,” kata salah satu jamaah bernama Budi.
Menurut Budi, pemadaman listrik ini sangat menganggu aktivitas shalat karena AC di dalam masjid tidak bisa dihidupkan lantaran mesin genset memiliki kapasitas listrik rendah.
“Saya berharap PLN tidak sewenang-wenang memadamkan listrik terutama di bulan suci Ramadhan ini karena jelas mengganggu aktivitas beribadah,” sahut Yadi, jamaah yang lainnya. (hyd)











