Sekayu, Sumselupdate. com – Daerah kaya dengan sumberdaya alam melimpah tidak menjamin masyarakat akan menikmati kesejahteraan. Hal itulah yang dirasakan warga Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang merupakan kecamatan penyumbang PAD terbesar Muba.
Bukan hanya jalan menuju desa, baik dari Simpang gas Kecamatan Tungkal Jaya maupun dari Simpang Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman tak kunjung mulus, kini sekitar 3.000 warga Desa Lubuk Bintialo selama puluhan tahun ini belum bisa menikmati aliran listrik dari PLN maupun PT MEP.
Mereka hanya bisa memandang tiang listrik dan jaringannya yang sudah dibangun Distamben Muba 2 tahun belakangan ini membentang di desa mereka, alhasil untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka masih menggunakan mesin genset meski dengan biaya operasional yang tinggi.
Seperti yang diutarakan salah seorang warga Desa Lubuk Bintialo, Sopli (54). Dikatakanya warga banyak memilih menghidupkan mesin genset hanya pada malam hari untuk menghemat biaya operasional.
“Harga bahan bakar di sini cukup tinggi karena jauh dari kios (SPBU-red) jadi genset banyak yang hidup hanya saat malam hari, itu pun kadang terbatas tidak sampai pagi,” ujarnya ketika dibincangi, Kamis (2/11/2017).
Dibeberkannya, bahwa banyak warga yang sudah menyetorkan uang jutaan rupiah kepada petugas instalatir untuk melakukan pemasangan instalasi listrik di dalam rumah, tetapi sampai sekarang hanya sebatas pemasangan saja.
“Ada pembayaran uang Rp2 juta sampai Rp3 juta setiap rumah yang dipasang, tetapi sampai saat ini belum dialiri arus listrik. Bisa dikatakan, kami di sini cuma bisa memandang kekayaan alam di daerah kami tetapi belum bisa menikmati hasilnya” ujarnya. (est)











