Baturaja, Sumselupdate.com – Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Musi 2017 yang dilakukan Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres OKU di perempatan jalan Jenderal Sudirman pasar Atas Baturaja, pada Rabu (1/11/2017) banyak terjaring pengendara yang belum taat aturan.
Dikatakan Kasat lantas Polres OKU AKP Candra Kirana Putra, SH, SIK , Operasi Zebra Musi 2017 yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia, termasuk di wilayah Polres OKU, masih banyak yang belum taat aturan.
Ini dibuktikan, baru satu jam saja razia tersebut sudah terjaring puluhan pengendara baik pengendara roda dua dan roda empat,”Kita mulai pukul 09.00 WIB, baru satu jam sudah terjaring sekitar 50 pengendara,” ucap Candra di sela-sela operasi tersebut.
Namun ada hal yang membuat kesal perwira balok tiga di pundaknya itu. Ya, Candra kesal saat melihat salah satu anak buahnya meloloskan mobil yang dinilai menyalahi aturan, apalagi diketahui mobil tersebut dikendarai oknum salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) OKU.
Candra yang saat itu melihat ulah anak buahnya langsung menghampiri dan menanyakan hal itu. Terlihat ada perbincangan, namun Candra kesal lantaran mobil anggota dewan itu melenggang bebas meninggalkan TKP.
“Itulah saya kesal, sudah saya ingatin anggota yang melepas tadi,” ucap Candra.
Lebih jauh Candra mengatakan Operasi Zebra Musi dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 1 November sampai dengan 14 November 2017 mendatang.
“Sasaran dari operasi ini yakni potensi Laka lantas, seperti strobo, knalpot racing, muatan berlebih, spion, tidak memakai helm,” tukasnya. Seraya menegaskan, 80 persen penindakan tilang dan prioritas potensi Laka.
Pantauan di lapangan, banyak masyarakat umum terjaring razia, bahkan ada beberapa anggota Satlantas mengejar pengendara (masyarakat biasa) yang melanggar. (Wid) 











