Palembang, Sumselupdate.com – Tidak terima karena tak dihidangkan makanan dan sering ditegur, membuat Armawansyah (39) alias Andi naik pitam dan nekad mengejar adiknya bernama Hartati (36) dengan pisau dan golok.
Tak pelak korban kesehariannya pedagang ini lari ketakutan, saat pelaku yang merupakan resedivis atau mantan narapidana mengejar akan membunuhnya.
Peristiwa pengancaman tersebut terjadi di Jalan Rawas I, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Kamis (30/8). Saat itu korban sebagai adik menegur kakaknya yang tidak memiliki pekerjaan untuk tidak berdiam diri saja di rumah.
Pelaku yang merasa tidak dihargai dengan tidak diberi makan tidak terima dan tiba-tiba langsung mengancam akan membunuh korban. Tidak hanya itu, pelaku juga mengambil pisau dan mengancungkannya ke korban.
Tak pelak pelaku yang ketakutan langsung menjerit meminta tolong. Bukannya menghentikan tindakannya, melihat adiknya histeris ketakutan, pelaku makin jadi dengan mengambil sebilah golok yang berada di kamarnya dan meletakan pisau itu di dapaur.
Dengan cepat pelaku mengejar korban dengan sebilah golok tajam, hingga korban sembunyi minta perlindungan di rumah tetangganya. Tidak terima tindakan saudaranya sendiri itu, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Polsek Sako, hingga pelaku berhasil diamankan.
“Saya tidak ada pekerjaan dan saya tidak terima ditegur, benar kami sudah sering ribut,” ucap tersangka saat digiring ke sel tahanan Polsek Sako Palembang, Selasa (19/9/2017).
Kapolsek Sako Palembang Kompol Ahmad Firdaus didampingi Kanit Reskrim Iptu Muplih mengatakan pihaknya telah mengamankan seorang pelaku pengancaman terhadap saudara kandung yang tinggal satu rumah menggunakan pisau dan golok.
“Pelaku ini tempramen, dia marah karena tidak dihidangkan makanan. Tersangka juga merupakan resedivis kasus pencurian dan atas tindakannya itu tersangka akan dijerat Pasal 335 KUHP dan UU Darurat No 12 tahun 1951,” ujar Muplih. (tra)











