“Saat ini kita sudah menerima dua investor pabrik tebu yang sudah siap berinvestasi di Muratara. Investasi ini, dipastikan akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena (diharapkan-red) warga Muratara ke depannya tidak hanya bergantung dengan hasil karet dan sawit saja,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muratara, Erwin Syarif.
Ia menjelaskan, pihaknya pun saat ini tinggal menunggu kesepakatan dua investor lain yang akan membangun Pabrik Tapioka di Muratara. Kendati menurutnya, hingga saat ini belum dipastikan apakah penanaman investasi tersebut bisa disepakati secepatnya atau tidak.
“Kalau investor yang akan membangun pabrik tebu, mereka telah sepakat. Namun, untuk investor yang akan membangun Pabrik Tapioka ini, kita belum bisa pastikan, namun yang jelas kita selaku Pemerintah akan siap memfasilitasi,” jelasnya.
Di sisi lain, untuk sejumlah pembangunan fisik yang bakal dilakukan Pemkab Muratara ke depan, Erwin menjelaskan bahwa pihaknya masih fokus terhadap pembangunan infrastruktur dasar, seperti jembatan, jalan dan lainnya.
“Namun, ada beberapa memang yang menjadi prioritas kita, seperti contohnya perbaikan tujuh jembatan yang putus akibat bencana banjir beberapa waktu lalu,” kata dia.
Diakuinya, pembangunan ketujuh jembatan tersebut dipastikan akan memakan biaya belasan milyar rupiah. Namun, agar tidak terlalu menghabiskan dana APBD, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Perusahaan-Perusahaan yang beroperasi di sekitar jembatan, guna membantu menyelesaikan pembangunan jembatan.











