Komplotan Pemeras Pelaku Narkoba Diringkus, Salah Satunya Oknum Polisi

Senin, 6 Juni 2016
Brigadir Ans beserta kelima rekannya saat diamankan berikut barang bukti di Polda Sumsel, Senin (6/6).

Palembang, Sumselupdate.com –Aksi pemerasan pelaku narkoba yang dilakukan aparat penegak hukum berhasil diungkap Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Pelaku pemerasan itu adalah Brigadir Ans yang diketahui bertugas di Satuan Sabhara Polres Ogan Ilir (OI). Brigadir Ans dibantu lima rekannya masing-masing Chandra, Wahyu, Rausan, Epan, dan Win.

Read More

Penangkapan oknum nakal ini setelah aparat kepolisian melakukan penyamaran. Dan ‘jeruk makan jeruk’ pun terjadi. Pelaku yang anggota Polri diciduk oleh aparat kepolisian.

Terungkapnya kasus pemerasan ini bermula, dua orang rekan Brigadir Ans, yakni Epan dan Win tengah melakukan transaksi narkoba jenis shabu kepada tiga orang yang belum dikenalinya.

Hal ini membuat Brigadir Ans beserta tiga orang rekannya (sipil) yang lain, langsung mendatangi lokasi transaksi di Jalan Palembang-Betung Kampung I, Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Mereka berpura-pura melakukan penangkapan dan meminta uang damai di tempat.

Namun siapa sangka, ketiga orang yang hendak ditangkapnya tersebut tidak lain adalah anggota polisi dari Unit IV Polda Sumsel yang sedang melakukan undercover buy (penyamaran -red).

Tak ayal, Brigadir Ans beserta kelima ekannya tak dapat berkutik saat diringkus.

Subdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel balik langsung menangkapnya berikut barang bukti sabu sebanyak dua paket seberat 20 gram.

Direktur  Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah didampingi Kasubdit I, AKBP Andri menjelaskan, penangkapan terhadap keenam tersangka tersebut bermula dari saat tiga anggotanya dari Unit IV melakukan undercover buy dengan dua orang tersangka, Epan dan Win yang tidak lain masih satu komplotan dengan Brigadir Ans.

“Saat transaksi itulah, Brigadir Ans beserta tiga orang rekannya datang dengan menggunakan mobil langsung berpura-pura menggrebek dan hendak menangkap kami,” jelasnya saat gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (6/6).

Saat itu, dikatakannya, Brigadir Ans dan tiga rekannya mengaku jika dirinya merupakan anggota Intel Polda.

“Karena kami merasa benar, jadi kami tidak takut hingga kemudian kami balik bertanya kepada mereka termasuk menanyakan siapa Kanitnya. Saat itulah mereka mulai tidak dapat menjawab hingga kemudian langsung kami amankan semua beserta barang buktinya,” terangnya.

Setelah mengamankan semuanya, masih dikatakannya, pihaknya langsung melakukan interogasi hingga akhirnya diketahui seorang dari komplotan tersebut merupakan anggota polisi berinisial Brigadir Ans yang disersi selama tiga bulan.

“Selain polisi, ada juga yang mengaku sebagai wartawan serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Bahkan juga ada kartu identitasnya,” katanya.

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan para komplotan tersebut hanya untuk mencari uang saja dengan cara pura-pura melakukan penangkapan dan kemudian mengajak korbannya damai di tempat.

“Untuk sejauh ini kita belum mengetahui para tersangka sudah berapa kali melakukan aksinya dan hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Dan kita juga menghimbau, kepada para korban yang merasa pernah menjadi korbannya agar melapor,” tuturnya.

Sementara itu, Brigadir Ans mengatakan, ia hanya ingin menyelamatkan seorang rekannya dan ia juga tidak mengetahui jika orang tersebut adalah polisi.

“Saya masih aktif dan bertugas di Sabhara Polres OI. Untuk narkoba saya tidak tahu,” katanya. (ery)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts