Mulia, Ini yang Dilakukan Polisi di Luar Tugasnya

Minggu, 6 Agustus 2017
Anggota Irwasda Polda Sumsel saat bersama para pelajar MI Hidayatullah Islamiah Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Menjadi seorang polisi, bukan melulu persoalan melakukan penangkapan pelaku kejahatan dan mengamankan demo atau juga mengatur lalu lintas.

Namun ternyata di luar itu, banyak polisi yang berjiwa sosial dengan membantu orang-orang di sekelilingnya.

Read More

Seperti yang dilakukan anggota Irwasda Polda Sumsel ini dengan membantu para pelajar yang ada di MI Hidayatullah Islamiah Palembang dengan memberikan sejumlah buku saints, cerita rakyat, dongeng, agama, kamus ke sekolah membaca buku, dan lain sebagainya.

Selaku anggota yang bertugas di Polda Sumsel, Bripka Toni Hermawan mengatakan, buku merupakan jendela dunia, dengan membaca buku semua orang bisa mengetahui isi dunia.

Apalagi sejak dahulu, para ilmuan sudah banyak menciptakan berbagai buku bacaan dan pengetahuan.

“Tentu kita sebagai generasi penerus harus meningkat lagi minat membaca di anak-anak, soalnya sekarang anak sudah malas dalam membaca buku, lantaran anak-anak sibuk memainkan gadget atau HP dibandingkan membaca buku,” ujarnya, Minggu (6/8/2017).

Meski menggunakan dana pribadi dari gaji sebagai polisi, dirinya mengaku ikhlas.

Sebab rezeki ini sudah ada yang mengatur, jadi bagi yang peduli akan dunia pendidikan, tidak salahnya menyisihkan sedikit hartanya.

“Apalagi semenjak bertugas di  Negara Sudan Afrika Utara tahun 2015 lalu, saya melihat anak di sana sudah lancar dalam berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia, setelah saya telusuri. Mereka ini pintar berbahasa karena sering mambaca buku yang dilihatnya, dari sana saya semakin berkeinginan bagaimana anak di Indonesia jangan sampai kalah dengan anak di sana,” jelasnya.

Toni mengaku bulan depan akan mendirikan Police Library ke sekolah yang terpencil dan membutuhkan sarana buku.

Sementara itu, Kepala MI Hidayatullah Islamiah Arma SPd SD mengucapkan terima kasih telah memfasilitasi berbagai buku bacaan para siswanya.

“Sejak ada ruangan guru dan perpustakaan khusus, kami yang berjumlah 215 anak-anak di sekolah, dengan rombel 8. Sehingga anak-anak bisa membaca buku dengan banyak referensi,” pungkasnya. (sbw)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts