Palembang, Sumselupdate.com – Aksi lanjutan tuntutan penyelesaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester IX Universitas Sriwijaya (Unsri) hingga kini terus berbuntut panjang.
Tak hanya terjadi bentrok kemarin di gedung rektorat kini mahasiswa ini kembali menggeruduk Gedung DPRD Sumsel, Jumat (4/8/2017).
Polemik pun semakin meruncing karena belum ada titik temu. Bahkan sejak audiensi hingga berkali-kali tak membuahkan hasil dan berakhir pada aksi damai hingga jilid V di gedung wakil rakyat Sumsel tersebut.
Ratusan mahasiswa pun mendatangi gedung DPRD Sumsel untuk menuntut menjadi mediator pemecahan solusi baik UKT maupun dugaan penganiayaan. Ratusan massa aksi berorasi secara bergantian dengan dilengkapi puisi tentang tindakkesewenang-wenangan.
Massa aksi juga dikawal puluhan polisi yang tersebar di berbagai titik untuk mengamankan aksi yang langsung dikomandoi Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Marully Pardede dan Kasat Intel Kompol Budi Santoso.
Dalam aksi dan mediasi nya masa aksi menuntut tiga poin kepada DPRD sebagai wakil rakyat untuk menjadi mediator dalam polemik yang terjadi.
“Menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil pihak Rektoran Unsri atas UKT semester IX,” tutur Presiden Mahasiswa Unsri Rahmat Fahrizal saat menyampaikan orasinya.
Sambung dia bahwa selain itu massa aksi juga menuntut DPRD agar menjadi mediator menyelesaikan kasus pemukulan mahasiswa Unsri oleh oknum polisi dan karyawan Unsri.
“Dan menuntut DPRD menjadi mediator dan memanggil pihak Rektorat Unsri dalam menyelesaikan permasalahan kriminalisasi tiga mahasiswa Unsri yang akun akademik nya di non aktif kan oleh pihak Rektorat,” tegasnya. (sbw)











