Jakarta, Sumselupdate.com – Maraknya aksi bunuh diri belakangan ini, membuat Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek tetap mengandalkan hotline pengaduan untuk mencegah aksi bunuh diri. Menurutnya, hotline itu bisa digunakan bagi mereka yang merasa depresi hingga ingin bunuh diri.
“Iya dong, kita masih (hotline pengaduan bunuh diri) dong,” ujar Nila, Kamis (3/8/2017) seperti dikutip dari detikcom.
“Mungkin yang mau bunuh diri tapi masih mau bicara, kita harus mencoba membujuk dia. Nah kalau kelihatannya sudah nggak bener, saya bisa laporin. Lagian kalau bunuh diri, di dalam agama, nggak boleh,” katanya menambahkan.
Nila mengatakan perubahan perilaku merupakan tanda-tanda orang mau bunuh diri. Ketika itu keluarga tidak boleh berdiam diri.
“Depresi, kelihatan anda yang dulu gembira kok tahu-tahu murung sekali, nggak mau makan, marah-marah,” ucap Nila.
Beberapa waktu terakhir, aksi bunuh diri banyak terjadi. Yang baru saja terjadi adalah kasus bunuh diri yang dilakukan pasangan suami-istri Daniel Priyono dan Dwi Septi Respati Dewi.
Kisah bunuh diri mengenaskan dan tak patut dicontoh juga terjadi di Bandung. Pemuda bernama Oki (25) meninggal dunia setelah sempat kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, karena cedera parah di tubuhnya setelah loncat dari Jembatan Pasupati pada Kamis (27/7).
Tak hanya di dalam negeri, kabar tewasnya vokalis Linkin Park, Chester Bennington, yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri juga sempat mengagetkan. (adm3)











