PALI, Sumselupdate.com – Setelah mendapat laporan serangan hama werang coklat terhadap puluhan hektare padi di Desa Raja Selatan dan Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Dinas Pertanian bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan penyemprotan.
“Selain untuk mempertahankan swasembada pangan di Bumi Serepat Serasan, kita juga ingin petani PALI tidak kehilangan kesempatan panen akibar serangan hama werang coklat itu,” terang Torus Simbolon, SP, Kepala Dinas Pertanian PALI saat meninjau lokasi, Jumat (28/7) lalu bersama dengan tim Penyuluh BP4K, TNI, Brigade dari Muara Enim, Prabumulih, PALI, Lahat dan Pagaralam serta Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel.
Dikatakan Torus, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari tenaga penyuluh pertanian desa pada Kamis (27/7) sore. “Atas laporan itu, kami koordinasi dengan semua instansi terkait dan minta bantuan ke Dinas Pertanian provinsi. Sehingga, dapat langsung melakukan penyemprotan agar dapat menekan pertumbuhan dan penyebaran hama werang coklat untuk menghindari gagal panen,” paparnya.
Diakuinya bahwa hama werang coklat sangat berbahaya bagi ketahanan padi, karena dalam menyerang ia (hama werang coklat) tidak kenal usia padi, sehingga semuanya diserang meski padi dengan kondisi satu bulan hampir panen.
Akibatnya, dari serangan hama tersebut kondisi batang padi langsung berubah warna coklat dan lama kelamaan dalam hitungan hari, padi tersebut akan mati.
“Biasanya penyebab serangan hama ini karena penggunaan pestisida yang tidak tepat. Sebab, menggunakan pestisida sembarang justru membunuh musuh-musuh alami dari hama werang coklat. Akibatnya hama werang coklat tumbuh subur,” terang Torus.
Agar tidak terulang lagi, Torus menyarankan agar petani cerdas dan bijak dalam menggunakan pestisida. “Kita harus tepat guna dalam menggunakan pestisida. Kita juga harus rutin mengecek kondisi sawah. Jangan sampai hama menyebar luas baru kita terpantau,” tutupnya. (adj)











