Baturaja, Sumselupdate.com – Kondisi Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang memiliki kekayaan alam begitu melimpah, dimanfaatkan masyarakat di pinggiran sungai untuk mencari ikan.
Ya, Sungai Ogan salah satu sungai terbesar di Bumi Sebimbing Sekundang itu menjadi berkah tersendiri warga.
Berbagai macam cara dilakukan untuk mendapatkan ikan di aliran Sungai Ogan. Salah satunya dengan merambang atau menjala.
Berbeda halnya di OKU, merambang dilakukan dengan cara bersama-sama. Warga yang telah menyiapkan jalanya tersebut menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu secara berkelompok.
Nah, kelompok itulah dianggap warga lebih mudah mendapatkan ikan, jala dipegang oleh sang nelayan, lalu dalam hitungan ketiga mereka bersama-sama mengibaskan jala tersebut di tempat yang menurut mereka banyak ikannya.
Menurut Junai, salah satu nelayan asal Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, jika ikan yang didapat lebih banyak dibanding mencari seorang diri, ini tradisi masyarakat.
“Kalau jenis ikannya bervariasi mulai dari ikan baung, jelawat, lampam maupun lainnya,” ujar Junai saat dibincangi di sela mereka mencari ikan, Sabtu (29/7/2017).
Untuk waktunya sendiri dikatakan Junaidi dan rekanya Ujang, dilakukan saat kondisi Sungai Ogan surut, di mana air berwarna jernih dan dilakukan siang menjelang sore hari.
“Bisa sampai empat hingga enam desa kami lalui,” terangnya.
Rasa takut akan hilang jika dilaksanakan secara bersama- sama, selain itu jaraknya tak terasa jauh. “Apalagi dapat ikan yang banyak,” imbuh Sailan.
Untuk hasilnya sendiri dikatakan mereka, lumayan banyak, namun dibanding tahun tahun sebelumnya hasilnya jauh berkurang.
Untuk hasil lima sampai tujuh kilogram mereka harus menempuh jarak berkilo-kilometer menyusuri Sungai Ogan.
Into pun mereka harus menyiapkan semua perlengkapan semisal mesin ketek.
“Kalau dulu di dusun kami saja sudah banyak dapatnya tapi semakin ke sini tahunya semakin susah cari ikan,” keluhnya.
Hal ini tentu merugikan walau mencari ikan bukan profesi utama mereka.
“Yang jelas kami berharap ikan yang sudah langka bisa jadi perhatian pemerintah, sehingga tidak punah,” tukasnya. (widori agustino)











