Ternyata Supriyanto Mengidap Penyakit Langka, Sejenis Tumor Ganas

Senin, 17 Juli 2017
Supriyanto menjalani perawatan di RSUD Talang Ubi.

PALI, Sumselupdate.com – Ternyata, penyakit yang diidap oleh Supriyanto (42) warga Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi merupakan tumor ganas dan tergolong penyakit langka.

Informasi tersebut dikatakan oleh dr. Aprianto Ridhwan, Sp THT.KL dokter spesialias Tenggorokan Hidung Telinga (THT) RSUD Talang Ubi ketika dibincangi SN usai melihat kondisi pasien yang dirawat di ruang kamboja kelas III RSUD Talang Ubi, Senin (17/7/2017).

Read More

Ia menjelaskan bahwa pasien terjangkit penyakit yang sering dinamakan Lethal midline Granuloma, atau suatu penyakit yang mana pasien mengalami keadaan  klinis yang dikarakteristik dengan nekrosis struktur midfacial (wajah bagian tengah) yaitu hidung dan sinus paranasal dengan keadaan destruksi berlanjut yang ganas.

“Saat dibawa ke RSUD Talang Ubi, kondisi pasien sudah mengalami destruksi yang parah. Kondisi langit-langit mulut pasien sudah bolong dan tembus hingga ke hidung. Ini merupakan penyakit yang sering dinamakan Lethal Midline Granuloma atau dalam bahasa indonesia nya disebut granuloma garis tengah dan bisa dikatakan sebagai tumor ganas,” terang Aprianto.

Untuk proses penyembuhan, Aprianto menerangkan akan melakukan kemo radiasi ke pasien. Namun, karena tidak ada fasilitas tersebut di RSUD Talang Ubi, sehingga pasien akan segera dirujuk ke Palembang.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita ambil sedikit bahan untuk disampelkan dari lesi, kemudian di PA kan kemudian hasilnya limfoma yaitu, kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Untuk tindakan lebih lanjut akan dilakukan kemo radiasi,” ujarnya.

Aprianto juga mengatakan, penyakit tergolong langka karena berdasarkan penelitian, perbandingan penderita yakni 10 berbanding Satu Juta.

“Artinya penyakit ini sangat langka dan kebanyakan diderita oleh laki-laki. Belum diketahui penyebab pasti penyakit ini, tetapi dugaan sementara disebabkan oleh faktor genetis dan atau juga bisa disebabkan oleh terinfeksi virus,” sambungnya.

Ia memberikan tips kepada seluruh masyarakat PALI agar tidak terjangkit penyakit satu itu. “Untuk mencegah, cepat kontrol jika mengalami gejala saperti tidak pernah berhenti mengeluarkan cairan dari hidung,” tuturnya.

“Karena penyakit ini sulit terdeteksi, dia juga menyerang ke hidung atau saluran pernapasan, biasa keluhannya seperti keluar cairan dari hidung, tetapi lama kelamaan jaringan sekitar hidung mengalami kerusakan atau destruksi,” tutup Aprianto. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts