Tinggal Hitungan Hari Mosul Direbut Pasukan Irak, Militan ISIS Ganti Baju dan Cukur Janggut

Minggu, 9 Juli 2017
Pasukan Irak bergerak untuk segera merebut kembali Mosul dari ISIS.

Jakarta, Sumselupdate.com  – Seorang pembesar militer AS dalam operasi merebut Mosul dari ISIS, Brigjen Robert Sofge, mengungkapkan para militan ISIS melancarkan taktik membaur dengan pengungsi.

Mereka mencukur janggut mereka dan ganti baju. Sedangkan yang lainnya berpura-pura mati tetapi begitu pasukan Irak mendekat, mereka langsung meledakkan rompi bom bunuh dirinya.

Read More

Para wanita mereka meledakkan diri di tengah kerumuman pengungsi, sambung sang jenderal.

“Mereka sebanyak mungkin menciptakan kerusakan sebisa mereka selama hari-hari terakhirnya,” kata Sofge seperti dikutip Antara dari AFP.

Pasukan khusus Irak, Dinas Kontra Terorisem (CTS), yang menjadi ujung tombak operasi ke Mosul, mengungkapkan bahwa para militan hanya bisa bertahan di area sepanjang 100-150 meter dan lebar 300 meter.

“Akhir pertempuran sudah dekat, saya bisa bilang dua hari lagi,” kata komandan CTS Abdel Ghani al-Assadi.

Irak sendiri akan segera mengumumkan kemenangan dalam operasi militer selama sembilan bulan dalam merebut kembali Mosul dari ISIS.

Pasukan Irak kini di ambang menggelar pesta perayaan kemenangan dalam merebut Mosul.

Kekalahan di Mosul menjadi pukulan terbesar ISIS setelah tiga tahun menduduki kota di Irak utara tersebut.

Di kota ini pula, ISIS memproklamasikan khilafahnya yang membentang dari Suriah ke Irak.

Irak melancarkan ofensif merebut Mosul sejak Oktober tahun lalu. Sejak itu ISIS terkurung setelah pasukan Irak menjepit mereka dari berbagai arah.

“Pengumuman (keberhasilan perang di Mosul) segera disampaikan,” kata Brigjen Robert Sofge kepada AFP melalui telepon. “Saya tak ingin berspekulasi apakah itu hari ini atau besok, tapi saya kira itu akan segera disampaikan.”

Para militan ISIS yang bertahan di Mosul berjuang sampai mati di sebuah bagian kecil yang hanya dua blok di bagian Kota Tua Mosul di tepi Sungai Tigris. Sisanya putus asa, kata Sofge.

Perang merebut Mosul mulai dilancarkan pada 17 Oktober 2016. Pertempuran berubah menyulitkan ketika pasukan Irak memasuki daerah-daerah sempit dan padat penduduk di sektor Kota Tua.

Di sini, ISIS menyebar ranjau dan bom. “Musuh menyebarkan IED (bom mobil) di segala penjuru, di segala sudut,” kata Sofge.

Kemenangan terakhir di Mosul akan menandai tonggak heroistis dari pasukan keamanan Irak yang sempat ambruk ketika ISIS merajalela di Irfak pada 2014. (hyd)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts