Baturaja,Sumselupdate.com – Adanya kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Bengkulu dan Banyuasin beberapa hari lalu, pihak Rutan Kelas II B Baturaja melakukan pendekatan secara kekeluargaan terhadap warga binaan.
“Hal ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya pelarian dan kerusuhan seperti di daerah lain,” kata Herdianto Kepala Rutan Baturaja pada wartawan, Minggu (9/7/2017).
Selain itu, pihaknya meminta semua pihak untuk melakukan pengawasan, apabila masih ditemukan praktik pungli di lingkungan Rutan.
“Bukan hanya masyarakat, kita juga meminta rekan – rekan media untuk bersama-sama mengawasi apabila masih ditemukan praktik pungli,”pintanya.
Pihaknya menegaskan kepada warga binaan serta petugas untuk mentaati peraturan yang ada.
“Warga binaan jangan ajarkan petugas menerima pungli serta petugas jangan lakukan pungli,” tegas Herdianto.
Dia menjelaskan, hal itu dilakukan setiap kesempatan apalagi di tengah over kapasitas di Rutan Baturaja saat ini. Selain itu juga mengarahkan setiap warga binaan untuk melakukan hal positif di lingkungan rutan seperti pengajian,
Kegiatan seni dan lainnya sehingga bisa mengakrabkan antar-para wargabinaan sekaligus petugas yang ada.
Nah, konsekuensinya yang diterima adalah jika semua peraturan itu dilaksanakan pasti diberikan haknya seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan remisi akan diberikan, sebaliknya mereka tidak akan diberikan itu.
“Yang akan rugi mereka sendiri kalau tidak mentaati peraturan. Alhamdulillah untuk rutan baturaja saat ini kondusif walau masih banyak kekurangan yang kami hadapi,” terang Herdianto.
Tak hanya terhadap warga binaan, Herdianto juga mengaku, penerapan disiplin juga dilakukan terhadap petugas dan menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya.
“Petugas tidak boleh bersikap arogan terhadap warga binaan serta STOP PUNGLI apapun bentuknya itu saya tekankan selalu terhadap bawahan saya jika masih ada, maka akan saya langsung, tindak tegas,” ungkap Herdianto.
Saat ini Rutan Baturaja sendiri mengalami over kapasitas mencapai 456 tahanan dari kapasitas 226.
“70 persen kasus narkoba dan yang jaga hanya 4 orang setiap regu nya,”pungkas Herdianto. (wid)











